Menkum Bertemu Dirjen WIPO Perkuat Pengembangan Ekosistem Kekayaan Intelektual

15 hours ago 5

INFO TEMPO – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas melakukan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO), Daren Tang, di Markas Besar WIPO, Jenewa, Swiss, pada Senin, 6 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan ekosistem kekayaan intelektual (KI), percepatan transformasi layanan, hingga peningkatan peran Indonesia dalam sistem KI global.

Dalam pertemuan tersebut, Supratman mengapresiasi dukungan teknis WIPO yang selama ini membantu modernisasi sistem dan penguatan kapasitas kelembagaan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI. Dia juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama strategis di berbagai bidang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami berterima kasih atas perhatian WIPO terhadap berbagai program penguatan sistem kekayaan intelektual di Indonesia, termasuk dukungannya terhadap program Pasti Ada Solusi yang kami jalankan untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin transparan dan akuntabel melalui reformasi birokrasi," ujar Supratman.

Indonesia, kata dia, tengah mempersiapkan diri menjadi International Searching Authority (ISA). Menurutnya, pemerintah terus menyiapkan infrastruktur administratif, hukum, dan operasional untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Selain itu, Supratman menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong tata kelola royalti global yang adil melalui instrumen internasional, Proposal Indonesia. Pemerintah juga tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Hak Cipta yang baru dengan memasukkan sejumlah substansi dari Proposal Indonesia yang tengah diajukan di WIPO, termasuk pengaturan mengenai karya jurnalistik dan dampak kecerdasan buatan terhadap rezim hak cipta.

Selanjutnya, Supratman juga berharap kerja sama Indonesia dan WIPO semakin diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu upaya yang diusulkan adalah membuka kesempatan bagi pegawai DJKI yang memenuhi kualifikasi untuk bekerja di lingkungan WIPO sehingga memperoleh pengalaman dalam administrasi kekayaan intelektual internasional. 

"Kami berharap WIPO dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi SDM Indonesia untuk berkontribusi di lingkungan WIPO. Kehadiran perwakilan Indonesia di organisasi ini akan semakin memperkuat kerja sama kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kami," ujar Supratman.

Menanggapi hal tersebut, Daren Tang menegaskan WIPO akan terus mendukung penguatan ekosistem kekayaan intelektual di Indonesia. Dukungan tersebut mencakup pendampingan menuju ISA, pengembangan kapasitas SDM, serta pelaksanaan sejumlah proyek kolaborasi pada tahun ini.

"Kami akan terus memberikan dukungan teknis, pelatihan, dan capacity building dalam proses Indonesia menuju International Searching Authority," ujar Daren Tang.

Daren Tang mengatakan, WIPO akan meluncurkan tiga proyek kolaborasi di Indonesia pada tahun ini, yaitu pengembangan program IP Enterprise bersama Japfa, proyek pelestarian dan penguatan nilai ekonomi batik, serta pengembangan sektor animasi bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, batik merupakan aset budaya yang perlu mendapat perhatian khusus karena telah memperoleh pengakuan internasional dan memiliki potensi ekonomi yang besar.

Selain itu, Daren Tang memastikan WIPO akan terus memberikan ruang bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar di organisasi tersebut. Selama masa kepemimpinannya sebagai Direktur Jenderal, ia berkomitmen agar Indonesia memiliki perwakilan yang dapat bekerja di lingkungan WIPO sebagai bagian dari penguatan kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan organisasi tersebut. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online