Pasar Asia Nilai Perdagangan Bebas dengan Amerika Serikat telah Jadi Masa Lalu: UOBAM

1 month ago 20

Singapura, (ANTARA/PRNewswire)- Daya tahan sejumlah pasar di Asia tetap terjaga meski harus berhadapan dengan kenaikan tarif perdagangan Amerika Serikat (AS). Lewat Laporan Khusus yang diterbitkan hari ini, UOB Asset Management (UOBAM) menilai, sejumlah pasar di Asia bahkan bisa mengalami reli harga jika proses negosiasi, menjelang tenggat baru pada 1 Agustus, menghasilkan tarif yang lebih kondusif dibandingkan tarif yang diumumkan pada April lalu. Investor tidak lagi berharap bahwa kondisi perdagangan akan kembali seperti sediakala, namun bersikap optimis atas kemampuan pasar Asia dalam menghadapi tarif yang bersifat moderat.

Colin Ng, Head, Asian Equities, UOBAM, berkata, "Mayoritas perekonomian di Asia berpeluang mengalami pemulihan relatif cepat dari dampak langsung kenaikan tarif AS. Penurunan ekspor ke AS dapat diimbangi dengan aktivitas perdagangan dengan negara-negara lain, terutama, negara tetangga di Asia."

"Tren ini, di satu sisi, muncul karena semakin banyak perusahaan Asia yang membangun merek-merek yang telah dikenal di pasar global. Di sisi lain, basis konsumen di Asia kini telah cukup besar dan berdaya beli untuk menyerap produk-produk tersebut. Itu sebabnya, ASEAN telah menyalip posisi AS sebagai mitra dagang terbesar Tiongkok."

Laporan Khusus UOBAM berjudul "Will US tariffs derail Asia's growth?" mengkaji dampak jangka pendek dan panjang dari kenaikan tarif AS terhadap tujuh pasar di Asia, termasuk negara-negara pengekspor besar seperti Korea, Wilayah Taiwan, dan Singapura, serta negara-negara yang lebih berfokus pada ekonomi domestik, seperti Malaysia dan Indonesia.

Namun, Ng mengingatkan, risiko yang dihadapi perekonomian Asia timbul akibat dampak tidak langsung dari kenaikan tarif perdagangan AS, yaitu perlambatan pertumbuhan dunia atau resesi. Kondisi tersebut akan membuat ekspor Asia merosot. Meski demikian, berdasarkan data ekonomi yang telah dirilis hingga saat ini, menurut Ng, kondisi tersebut bukan menjadi bagian dari skenario base case UOBAM.

Laporan selengkapnya: https://www.uobam.com.sg/insights/will-us-tariffs-derail-asia-growth.page

Tentang UOB Asset Management

UOB Asset Management Ltd (UOBAM) adalah anak usaha United Overseas Bank Limited. Berdiri pada 1986, UOBAM telah berpengalaman sekitar 40 tahun mengelola skema investasi kolektif dan discretionary fund di Singapura. UOBAM merupakan pengelola unit trust terbesar berdasarkan dana kelolaan. Pada 30 Juni 2025, UOBAM mengelola 65 unit trust di Singapura. Bersama anak-anak usahanya, UOBAM mengelola dana kelolaan S$37,6 miliar milik klien.

Berkantor pusat di Singapura, UOBAM memiliki jangkauan yang kuat di Asia melalui kantor-kantor perwakilan di Brunei, Indonesia, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Jaringan UOBAM mencakup UOB Islamic Asset Management Sdn Bhd di Malaysia, sebuah usaha patungan yang didirikan bersama Ping An Fund Management Company Limited, serta aliansi strategis bersama sejumlah mitra, seperti Wellington Management Singapore.

UOBAM adalah salah satu manajer investasi yang paling banyak meraih penghargaan, lebih dari 380 penghargaan. Pada 2025, UOBAM sukses meraih gelar "Best Regional Asset Management Company" dari Asia Asset Management, serta "Best Asset Management House in Asia – 20 Years" pada 2023. Inovasi digital UOBAM juga telah memperoleh banyak pengakuan, termasuk "Best Digital Wealth Management in Asia"[1] dan "Best Robo Advisory Initiative"[2] selama tiga tahun berturut-turut pada 2024.

Sebagai pemimpin layanan investasi berkelanjutan, UOBAM berhasil meraih gelar "Best application of ESG in ASEAN"[3] (2023), serta memenangkan berbagai penghargaan dalam bidang keberlanjutan di Indonesia dan Thailand. Lebih lagi, keahlian UOBAM dalam bidang kecerdasan buatan telah dinobatkan sebagai "Most Innovative Application of Artificial Intelligence (ASEAN)" selama dua tahun berturut-turut[4].

Media sosial UOBAM: LinkedIn | Facebook

[1] dari Asia Asset Management

[2] di ajang The Digital Banker for the Global Retail Banking Innovations Award

[3] dari Asia Asset Management

[4] Terhitung pada 2025, oleh Asia Asset Management

SOURCE UOB Asset Management

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online