Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel

4 hours ago 2

loading...

Penegasan sebagai negara Yahudi, Bahasa Arab dilarang digunakan warga Palestina di Israel. Foto/X

GAZA - Salma terkejut ketika manajernya mengirim pesan ke grup WhatsApp staf yang menginstruksikan karyawan untuk mengakui larangan berbicara bahasa Arab di toko mereka.

Warga Palestina berusia 19 tahun yang tinggal di Israel dan rekan-rekannya menganggapnya tidak masuk akal dan mengabaikannya.

"Tetapi keesokan harinya kami takut padanya dan mencoba untuk tetap diam," katanya kepada Middle East Eye.

Keheningan itu tidak berlangsung lama.

Seorang rekan kerja sempat berbicara dalam bahasa Arab sambil mengatakan bahwa dia sedang membawa sebuah kotak ke gudang, bahkan menggunakan kata Ibrani untuk "gudang", yang menunjukkan dengan jelas bahwa dia sedang berbicara tentang pekerjaan.

Manajer itu meledak.

"Dia mulai berteriak, menendang kotak-kotak dan mengatakan kepada kami bahwa kami dilarang berbicara bahasa Arab," kenang Salma.

"Dia mengatakan kepada kami: 'Ini adalah negara Yahudi. Di sini kita hanya berbicara bahasa Ibrani. Bahasa Arab tetap di rumah.'"

Pengalaman Salma adalah salah satu dari beberapa pengalaman yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir oleh pekerja Palestina yang mengatakan bahwa mereka telah diberitahu untuk tidak berbicara bahasa Arab di tempat kerja.

Keluhan tersebut mencakup rumah sakit, apotek, dan toko ritel.

Salah satu kasus terbaru melibatkan seorang karyawan Palestina di cabang Good Pharm di Jaffa. Media lokal menerbitkan pesan WhatsApp di mana seorang manajer diduga mengancam pekerja yang berbicara bahasa selain Ibrani, dengan alasan bahwa mendengar bahasa Arab dapat membuat pelanggan yang trauma akibat serangan 7 Oktober merasa tidak nyaman.

Good Pharm mengatakan bahwa mereka mempekerjakan dan melayani orang-orang dari semua lapisan masyarakat, berkomitmen pada kesetaraan, dan akan menangani perilaku manajer tersebut secara internal. Namun, para pekerja Palestina mengatakan bahwa sedikit yang berubah.

Dalam kasus Salma, semua orang di toko adalah orang Palestina. Manajer adalah satu-satunya warga Israel Yahudi yang hadir.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online