WAKIL Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Jazilul Fawaid meminta kejelasan posisi politik dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang berada di luar koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Jazilul, posisi partai penyeimbang yang selama ini disampaikan PDIP masih menunjukkan ambiguitas.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Terutama setelah beredar kabar keterlibatan politikus PDIP Andi Widjajanto dalam demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026. Kabar itu memunculkan dugaan bahwa partai banteng menjadi dalang aksi tersebut.
"Saya harap (PDIP) mengambil sikap yang tegas saja ya. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu," kata Jazilul di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Anggota Komisi III DPR itu menilai, ketidakjelasan sikap PDIP membawa konsekuensi negatif bagi program-program pemerintah. Pasalnya, kata dia, menyukseskan program Prabowo membutuhkan persatuan dan saat ini partai-partai koalisi berupaya memenuhi janji Kepala Negara.
Sementara sikap PDIP dianggap bisa menghambat pergerakan dalam merealisasikan program-program Kabinet Merah Putih. Sehingga dia mendesak PDIP menegaskan posisinya secara ksatria.
"Selama ini kan kami, ataupun yang ada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat dari yang lain. Tapi kalau ada kesan mengganggu begitu, tidak baik untuk menjalankan program gitu. Jadi, posisinya supaya gentle saja," kata dia.
Kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Said Abdullah membantah dugaan keterlibatan partai itu dalam gerakan mahasiswa. Ketua Badan Anggaran DPR itu meminta agar aktivitas Andi Widjajanto yang tidak anggap sebagai sikap politik PDIP.
"Keikutsertaan atau jalan-jalan yang terlihat seperti Andi Widjajanto, itu sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa itu adalah PDI Perjuangan," ujar kata Said di gedung DPR, Rabu, 17 Juni 2026.
Menanggapi pernyataan Said, Jazilul menyatakan bahwa PKB tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga PDIP. Kerja sama juga tetap ada dengan partai non koalisi, tapi ia menekankan agar PDIP memperjelas sikap politik. "Namun, sikap yang tegas lebih kami hargai. Daripada bilang A yang dikerjakan B."
.png)
















































