POLITIKUS Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, Mulyanto, mengusulkan dilakukannya moratorium atau penghentian sementara kegiatan pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Usul ini disampaikan Mulyanto setelah kegiatan latsarmil yang dihelat Kementerian Pertahanan menyebabkan 4 calon manajer Kopdes Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia dalam rangkaian kegiatan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Saya mendorong dilakukan moratorium dan evaluasi komprehensif terhadap kegiatan ini," kata Mulyanto melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 27 Juni 2026.
Dia menjelaskan, langkah moratorium perlu dipertimbangkan oleh pemerintah guna mencegah kembali jatuhnya korban, sekaligus menjadi bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah.
Mulyanto menegaskan, dirinya tidak serta merta menolak kegiatan latsarmil yang dilakukan pemerintah untuk mendompleng mental dan sikap disiplin calon manajer Kopdes maupun Koperasi Nelayan Merah Putih.
Namun, kata dia, kegiatan latsarmil juga tidak boleh digeneralisasi dengan yang diberikan kepada prajurit TNI. Ia meminta agar pelatihan dijalankan secara friendly dan dengan asesmen kesehatan yang dijalankan secara komprehensif.
"Menurut saya ini sudah berlebihan dengan tercatat 4 orang meninggal dunia. Karena itu, saya mendorong dilakukan moratorium dulu agar evaluasi berjalan optimal," ujar anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR ini.
Adapun, empat calon manajer Kopdes dan Koperasi Nelayan Merah Putih dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan latsarmil. Keempatnya adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
Novita mengikuti latsarmil di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta. Ia meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026, atau pada hari keenam setelah pelatihan dimulai pada 17 Juni 2026.
Anisa meninggal sehari setelahnya atau pada 18 Juni 2026 akibat heat stroke ketika mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Resimen Induk Komando Daerah Militer Mulawarman Balikpapan, Kalimantan Timur.
Yonanda dinyatakan wafat akibat cardiac arrest atau henti jantung pada 17 Juni 2026. Ia tercatat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Kemudian, Rifki tercatat mengikuti latsarmil di Satuan Pendidikan Batalyon Pasukan Para Komando atau Parako 465, Jakarta Timur. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rifki mengeluhkan mengalami sesak nafas.
.png)













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)

