PRESIDEN Prabowo Subianto tak menyangka tantangan yang dihadapi pemerintahannya lebih berat dari perkiraan awal. Menurut Kepala Negara, pemerintah selama 21 bulan terakhir menemukan berbagai persoalan, mulai dari rendahnya kesejahteraan guru, keterbatasan lapangan kerja, kemiskinan ekstrem, hingga ketimpangan ekonomi.
“Saya sendiri sebagai Presiden, sebagai yang diberi mandat bersama Saudara Wakil Presiden (Gibran Rakabuming Raka), kita disumpah, saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita,” ucap Prabowo ketika memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, salah satu persoalan utama berkaitan dengan kebocoran kekayaan negara dalam jumlah signifikan setiap tahunnya.
“Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita. Telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun (rupiah), ratusan miliar dolar (Amerika Serikat) tiap tahun,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kebocoran tersebut dipicu oleh berbagai praktik ilegal. Misalnya praktik pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya alias under-invoicing, transfer-pricing, hingga penyelundupan.
Prabowo menyatakan praktik-praktik tak adil ini telah menjadi persoalan menahun. “Hal-hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita,” ujar Prabowo.
.png)
















































