loading...
Yakult lady adalah ujung tombak pemasaran produk Yakult yang cukup dikenal di Indonesia. Foto/sindonews
TOKYO - Makan siang bergizi gratis di sekolah sudah dimulai sejak ratusan tahun lalu di Jepang tepatnya sejak 1889. Awalnya bukan karena program pemerintah, tapi justru inisiatif dari sebuah sekolah swasta di Perfektur Yamagata yang tujuannya menyediakan makanan gratis bagi anak keluarga kurang mampu yang pergi ke sekolah tanpa bekal.
Karena dirasakan banyak mandaatnya, pemerintah Jepang pada 1954 secara resmi memberlakukan Undang Undang Makan Siang Sekolah untuk memastikan semua anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup. Sehingga pogram makan siang di sekolah atau dikenal sebagai kyushoku menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan di Jepang.
Sindonews berkesempatan melihat langsung pelaksanaan makan siang bergizi di sekolah bersama delegasi Yakult Indonesia dalam program 2025 Yakult Japan Tour for Journalist from Overseas beberapa waktu lalu. Selain rombongan dari Indonesia, ikut pula delegasi Yakult Australia, Filipina, China dan Singapura.
Dalam kesempatan ini selain jurnalis Sindonews, Yakult Indonesia juga mengikutsertakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nomensen Medan dr Leo Simanjuntak dan Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dr Ade Jubaedah. Sedangkan dari Yakult Indonesia diwakili Direktur Company Relation Antonius Nababan dan Direktur Marketing Nao Komatsu.
Salah satu sekolah yang melaksanakan makan siang bergizi adalah Sekolah Dasar Homei yang terletak di pinggiran Tokyo. Di sekolah yang berafiliasi dengan Japan Women’s University ini, program makan siang sudah dimulai sejak 1938 dengan menu masakan dari ibu rumah tangga. Disajikan dalam nasi kotak atau bento yang terdiri dari ikan salmon sebagai sumber protein, akar teratai, lobak, buah kumquat, dan acar. Seiring perjalanan waktu program makan siang semakin meningkat dengan menu dan standar gizi yang semakin baik. Program makan siang di SD Homei dilaksanakan 3 kali dalam sepekan, dengan dua kali bento dan sekali buffet atau prasmanan.
Lantas bagaimana menunya? Chiaki Okubo, ahli gizi sekolah Homei menjelaskan bahwa menu makan siang bagi anak anak sekolah dibuat bervariasi baik menu Jepang, Western, atau China. Sekolah juga sangat mengutamakan bahan bahan makanan dari wilayah setempat dengan pertimbangan gizi yang terukur dan rasa yang disukai anak anak. “Seperti menu hari ini yang bapak ibu saksikan. Yaitu nasi, kari nikujaga (daging dan kentang), salad dengan sup dan satu cup yogurt produk Yakult,” ujar Okubo.
Okubo menambahkan, yogurt produk Yakult Honsa ini menjadi favorit anak sekolah dalam menu makan siang. Selain lembut dengan teksture yang ringan, produk ini menjadi sumber kalsium yang sangat signifikan dan melengkapi sajian menu hari itu. Di samping itu, yogurt juga menjadi sumber probiotik yang memiliki banyak manfaat untuk Kesehatan.