JAKSA Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing sebagai tersangka dugaan korupsi program makan bergizi gratis di Badan Gizi Nasional (BGN).
“Tim penyidik menetapkan GHS selaku pihak swasta sebagai tersangka dalam perkara yang dimaksud," ujar Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Syarief Sulaiman Nahdi saat dikonfirmasi Tempo, Kamis 18 Juni 2026. Namun, Syarief belum menjelaskan detail peran dari Glory.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Glory merupakan tersangka keenam dugaan korupsi BGN. Sebelumnya, Jaksa telah menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakilnya Inspektur Jenderal Polisi (Purnawirawan) Sony Sonjaya dan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Lodewyk Pusung. Jaksa juga menetapkan Asep Yusuf Somantri dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal atau PT YAT Andri Mulyono.
Profil Glory
Dalam akun linkedIn milik Glory, dia mengaku sebagai lulusan Biologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama masa studi 2010–2014, Glory pernah masuk dalam Dean's List School of Life Science ITB.
Setelah itu, Glory bekerja di PT Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA/Mapan) sebagai bagian dari tim Product Development. Pada 2015, dia menjabat sebagai National Acquisition Analyst di PT Toyota Astra Financial Services selama setahun hingga April 2016.
Pada 2016–2019, Glory masuk ke firma konsultan manajemen global, McKinsey & Company, sebagai seorang Konsultan. pada 2017, dia bergabung dengan SYSTEMIQ Ltd. Di akhir 2019, dia menjabat sebagai Head of Corporate Planning and Business Development di LinkAja.
Berdasarkan rilis yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Babel pada 2020, Glory disebut pernah menjabat sebagai Direktur di PT Agro Industri Nasional (PT Agrinas). Kala itu, dia mewakili PT Agrinas melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan terkait pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.
Pada Pilpres 2024, Glory Harimas Sihombing menjadi koordinator Balai Dewan Pakar. Balai Dewan Pakar adalah organisasi yang mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Balai Dewan Pakar pernah membuat buku 'Prabowo Sang Penerus'.
Glory kini menjadi Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR). Dikutip dari Antara, IFSR pernah menerbitkan buku berjudul “Strategi IFSR dalam Akselerasi Implementasi 32.000 SPPG & 82 Juta Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis”. Co-founder yayasan ini adalah kader Partai Gerindra, Dirgayuza Setiawan, yang kini menjadi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Peluncuran buku ini dilakukan pada 9 Mei 2025. Buku tersebut kemudian diserahkan kepada Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana.
Dalam laporan Indonesia Corruption Watch berjudul "Ada Siapa di Balik MBG?" Yayasan Indonesia Food Security diduga masuk dalam daftar yayasan yang terafiliasi dengan Relawan Muda Prabowo-Gibran, Balai Dewan Pakar Prabowo, dan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran.
Pembina dari yayasan tersebut adalah Hanief Adrian yang merupakan Sekretaris Jenderal Relawan Muda Prabowo-Gibran (RMPG). Dalam laporan itu juga disebutkan, Glory merupakan koordinator Balai Dewan Pakar Prabowo.
Mengutip dari laman BGN, yayasan yang dikelola Glory tersebut memiliki sejumlah dapur MBG antara lain di Jalan Ki Hajar Dewantara Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan; Jalan Godean, Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman, DIY; Jalan Surami, Mantrijeron, Yogyakarta; Jalan M Bakri, Singajaya Jonggol, Bogor; hingga di Karawang.
.png)
















































