Raisa Ungkap Pengalaman Baby Blues, Ingin Jatuh dari Tangga agar Bisa Istirahat di RS

2 hours ago 4

Jakarta -

Risiko baby blues kerap dialami para ibu pasca melahirkan. Tuntutan menjadi seorang ibu yang tak mudah membuat baby blues sulit dihindari seperti yang dialami penyanyi cantik Raisa Andriana. Dalam sebuah kesempatan, Raisa ungkap pengalaman baby blues, ingin jatuh dari tangga agar bisa istirahat di RS.

Ya, baby blues memang terlihat sepele tetapi sebenarnya sebuah ancaman serius bagi para ibu pasca melahirkan. Ada yang sukses melewatinya dengan mulus tetapi ada juga yang akhirnya memengaruhi kualitas kehidupannya seperti dialami penyanyi cantik, Raisa.

Raisa yang dikenal dengan lagu hits Serba Salah ini menuturkan bahwa dirinya ternyata sempat juga memiliki pengalaman baby blues. Diakui Raisa bahwa tantangan menjadi ibu sempat membuatnya agak kehilangan jati diri.

"Kalau secara fisik, enggak pernah tidur tidur, apa segala macam. Kalau in general rada kehilangan jati diri. Ada momen-momen kayak, 'eh gue tuh siapa sih sih, tek tek tek gitu,"ujarnya.

Selain perasaan kehilangan jati diri, saat itu, ibu dari Zaline Raine Wyllie yang mengalami baby blues juga mengungkapkan dirinya bahkan sampai ingin merasakan jatuh dari tangga agar bisa masuk rumah sakit dan beristirahat sejenak.

"Iya pokoknya apa ya, gue tuh keluar kamar gue, sebelah kiri langsung tangga ke bawah. Gue setiap lewat tangga itu gue kaya, duh jatuh enak banget deh. Kayak jatuh, gue masuk rumah sakit tapi gue nggak meninggal. Even pengen masuk rumah sakit tapi pengen istirahat deh,"katanya dalam tayangan Podcast Vindes.

Apa yang dirasakan Raisa terkait baby blues-nya memang hal yang wajar ya, Bunda. Karena realitasnya memang tidak hanya Raisa yang merasakan baby blues tetapi juga sebagian besar para ibu di luar sana.

"Gue yakin gue ngomong gitu banyak yang relate sih, gue mau masuk rumah sakit supaya gue bisa tidur, bisa istirahat,"tambahnya.

Beruntung, masa-masa sulit sebagai ibu dengan serangan baby blues yang cukup parah tersebut berhasil dilewatinya dengan baik ya, Bunda. Menurutnya, dukungan dari orang-orang terdekat menjadi dirinya bisa melewati semuanya.

"Gimana ya caranya overcome, support system sih, ya dibantuin, ditanyain. Jangan jadi semuanya sendirian,"imbuh Raisa.

Baby blues, ancaman serius pada ibu usai melahirkan

Menurut WHO (2014), angka kejadian baby blues syndrome di Asia bervariasi antara 26-85 persen. Di Indonesia, angkat kejadian ini berkisar 50-70 persen atau dapat disimpulkan insiden baby blues di Indonesia yakni 1 sampai 2 per 1.000 kelahiran.

Mengutip dari laman Kemenkes, postpartum blues ini terjadi pada sekira 50 persen perempuan dalam waktu 4-5 hari setelah melahirkan. Kondisi ini dialami oleh ibu postpartum dan sifatnya sementara di mana biasanya terjadi pada minggu pertama setelah kelahiran.

Menurut penelitian, dukungan sosial dari suami menjadi faktor risiko yang paling dominan berkontribusi terhadap kejadian postpartum blues. Guna menangani kondisi tersebut, perlu adanya tindakan preventif seperti melibatkan suami dalam memberikan informasi tentang kesehatan ibu dan anak, serta antisipasi terhadap deteksi dini postpartum blues dengan kualitas penggalian informasi pasien sehingga dapat menurunkan angka kejadian postpartum blues.

Kenali gejala baby blues

Kehamilan dan momen memiliki bayi mungkin jadi fase terindah meski di dalamnya banyak bergejolak ragam emosi. Tak jarang, para perempuan merasa kewalahan melewati fase tersebut sehingga muncul kesedihan, atau rasa cemas pada waktu yang berbeda selama kehamilan dan bahkan setelah bayi lahir.

Sebagian perempuan mungkin merasakan perasaan ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi sebagian lainnya, gangguan ini menjadi serius dan mungkin berlangsung beberapa waktu.

Pada kondisi baby blues usai melahirkan, perempuan biasanya mengalami perasaan yang tak biasa dan menunjukkan perilaku yang tidak lazim dalam dua hingga tiga hari setelah melahirkan. Gejala umum dari baby blues meliputi sebagai berikut ya, Bunda:

1. Merasa depresi atau cemas
2. Mudah marah
3. Merasa marah pada bayi baru, atau pasangan
4. Menangis tanpa alasan yang jelas
5. Mengalami kesulitan tidur, makan, dan membuat keputusan
6. Mempertanyakan pada diri sendiri apakah mampu merawat bayi

Penting diketahui bahwa baby blues dapat datang dan pergi dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan dan biasanya membaik dalam beberapa hari atau dalam satu hingga dua minggu tanpa pengobatan seperti dikutip dari laman American Dental Association.

Baby blues sedianya bagian normal dari proses adaptasi menjadi seorang ibu. Sehingga, hal ini memang dianggap normal bagi sebagian ibu baru. Bahkan, sebagian besar ibu baru merasakannya beberapa hari setelah melahirkan.

Memang, memiliki bayi baru lahir tentu sangat membahagiakan. Tetapi di saat yang bersamaan juga melelahkan dan menantang secara fisik. Rasa tanggung jawab bisa sangat berat dengan peran baru sebagai ibu. Tak jarang, perasaan tidak mampu dan rasa bersalah pun bisa sangat membebani.

Kondisi inilah yang kemudian memunculkan baby blues pada sebagian besar ibu. Biasanya, baby blues sendiri dimulai sekitar hari ke-3 setelah bayi lahir. Ketika tubuh Bunda kembali normal, sebenarnya perasaan ini perlahan menghilang. Mencari dukungan dari orang terdekat seperti pasangan, anggota keluarga, teman dekat, bisa menjadi cara terbaik mengatasi kondisi tersebut, seperti dikutip dari laman Hse.

Dengan dukungan penuh dari circle terdekat tentunya dapat membantu Bunda mendapatkan istirahat sebanyak mungkin. Dan, dukungan positif yang diterima dapat meminimalisir serangan baby blues semakin parah. Meskipun rasanya cukup tertekan dengan baby blues, biasanya dengan dukungan yang tepat, baby blues akan berlalu dengan cepat yakni dalam 1 hingga 2 minggu.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online