Jakarta -
Sensory play bayi merupakan stimulasi untuk mengembangkan kepekaan indera Si Kecil sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi cara untuk mendukung tumbuh kembang bayi.
Saat bayi masih kecil, Bunda bisa memilih permainan yang bisa merangsang kelima indra sekaligus membantu perkembangan fisiknya. Di sinilah sensory play hadir sebagai pilihan yang bisa mendukung hal tersebut.
Sensory play dapat dilakukan dengan mudah di rumah tanpa perlu alat yang rumit. Bahkan, Bunda bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah ada di sekitar untuk dijadikan media bermain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, kegiatan ini juga bisa menjadi momen kedekatan antara Bunda dan Si Kecil. Karena sambil bermain, bayi juga belajar mengenal berbagai sensasi dari lingkungan sekitarnya.
Apa Itu sensory play?
Mengutip dari laman BBC, sensory play adalah kegiatan bermain yang berfokus pada kegiatan yang melibatkan indera anak. Hal ini bisa berupa pendengaran, penglihatan, sentuhan, penciuman, atau perasa.
Seorang terapis wicara dan bahasa asal Inggris, Alys Mathers, menjelaskan bahwa bayi sejak kecil sudah menggunakan semua inderanya untuk mengenal lingkungan sekitar, Bunda.
"Sejak masih sangat kecil, bayi sudah menggunakan semua indra mereka untuk menyelidiki dan menjelajahi lingkungan sekitar," jelas Alys, dikutip dari BBC.
"Jadi, sensory play adalah sesuatu yang secara alami dilakukan anak-anak tanpa orang tua harus mengaturnya. Yang dapat kita lakukan adalah kita mengizinkan anak-anak untuk terus bereksplorasi menggunakan semua indra mereka," sambungnya.
Manfaat sensory play untuk bayi
Manfaat sensory play bayi salah satunya adalah untuk mendukung perkembangan anak sejak lahir hingga masa kanak-kanak. Berikut ini ada beberapa manfaat sensory play untuk bayi yang dikutip dari laman Cleveland Clinic:
1. Meningkatkan kemampuan berbahasa bayi
Pertama, manfaat sensory play bayi terlihat dari bagaimana Si Kecil belajar secara alami lewat permainan. Saat bermain, bayi mulai mengenal suara hingga kata.
Seorang terapis okupasi asal Amerika Serikat, Suzanne Messer, menyampaikan bahwa ketika anak berpartisipasi dalam berbagai jenis permainan, termasuk sensory play, mereka pun belajar dari lingkungannya, Bunda.
"Ketika seorang anak berpartisipasi dalam segala jenis permainan, termasuk permainan sensorik, mereka belajar melalui pengalaman di lingkungan mereka dan mempelajari berbagai cara untuk mengomunikasikan emosi, keinginan, dan kebutuhan," jelas Messer.
2. Mengembangkan keterampilan motorik halus
Selanjutnya, sensory play dapat melatih gerakan tangan dan jari Si Kecil. Ketika bermain, bayi belajar mengontrol gerakan kecil yang ia lakukan secara perlahan.
Kegiatan seperti menuang, mencampur, atau menyusun benda sederhana membantu koordinasi tangan dan mata. Dari sini, otot-otot bayi juga ikut terlatih dengan baik, Bunda.
3. Membantu mengembangkan keterampilan motorik kasar
Manfaat sensory play bayi juga terlihat dari perkembangan motorik kasarnya. Aktivitas ini membantu bayi melatih gerakan tubuh seperti duduk, merangkak, hingga mulai berjalan.
Motorik kasar ini mencakup penggunaan otot-otot besar di lengan, kaki, dan bagian inti tubuh. Dari permainan ini, Si Kecil jadi lebih terbiasa menggerakkan tubuhnya dengan seimbang.
4. Membantu perkembangan kognitif
Perlu diketahui bahwa bayi belajar banyak hal dari bermain yang melibatkan pancaindra. Messer menjelaskan bahwa sensory play bisa melatih kemampuan berpikir dan pemecahan masalah Si Kecil.
"Melalui permainan sensorik, anak melatih keterampilan pemecahan masalah," kata Messer.
"Ini mendorong mereka untuk mengeksplorasi cara bermain dan terlibat dengan berbagai pengalaman, serta cara mengatasi tantangan yang mereka hadapi, seperti cara memindahkan beras dari satu wadah ke wadah lain atau cara menjaga keseimbangan di ayunan," jelasnya.
5. Memiliki efek menenangkan
Bermain yang melibatkan kegiatan sensorik bisa membuat bayi lebih rileks. Permainan sensorik juga bisa membantu menyeimbangkan tingkat aktivitas anak.
Hal ini bisa digunakan untuk menstimulasi anak yang terlihat kurang aktif atau mudah lemas. Di sisi lain, sensory play juga bermanfaat untuk anak yang terlalu aktif atau sulit fokus. Jadi, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak, ya.
Sensory play bayi mulai usia berapa?
Sebenarnya, sensory play bayi usia berapa, ya? Tenang saja, karena sejak lahir bayi sudah bisa diajak sensory play, Bunda.
Bahkan sejak masih di dalam kandungan saja, Si Kecil sudah mulai mengenal suara dan hal-hal di sekitarnya. Setelah lahir, ia juga bisa mengenali suara dan aroma orang tuanya.
Untuk bayi baru lahir, sensory play bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Seiring bertambahnya usia, kegiatan sensory play pun akan berkembang.
Bagaimana memulai sensory play ke bayi?
Sebelum memulai sensory play, Bunda sebaiknya memahami terlebih dahulu tahap tumbuh kembang Si Kecil. Tidak semua jenis permainan cocok untuk setiap usia, jadi perlu disesuaikan, ya.
Ketika mengenalkan sensory play, Bunda juga perlu lebih kreatif dalam memilih kegiatan. Karena biasanya anak cepat bosan dengan permainan yang itu-itu saja.
Seiring bertambahnya usia, cara bermain anak juga ikut berubah dan berkembang, Bunda. Mereka akan mulai menyesuaikan permainan sesuai rasa ingin tahunya. Hal ini pun turut disampaikan oleh terapis Alys.
"Jadi, orang tua perlu terus mengikuti arahan anak dalam bermain," jelas terapis Alys.
"Jika mereka bosan dengan jenis permainan sensorik tertentu, mereka akan segera mulai menjelajahinya dengan cara yang berbeda," lanjutnya.
Ide sensory play bayi berdasarkan tahapan usia
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Julia_Sudnitskaya
Setelah Bunda melihat beberapa manfaatnya, kini terdapat kumpulan ide sensory play yang bisa disesuaikan dengan tahapan usia Si Kecil.
1. Usia 0-3 bulan: Stimulasi penglihatan dan sentuhan lembut
Masa awal kelahiran adalah waktu yang berharga untuk membangun kedekatan antara Bunda dan Si Kecil. Berikut ini kegiatan sensory play bayi usia 0-3 bulan:
Perlihatkan berbagai ekspresi wajah
Bunda bisa mulai mengajak Si Kecil berinteraksi dengan menunjukkan berbagai ekspresi wajah yang menarik perhatiannya. Aktivitas sensory play bayi 1 bulan ini cukup efektif karena wajah orang tua biasanya jadi hal yang paling disukai oleh bayi.
Cobalah untuk tersenyum lebar, tertawa, atau sesekali menjulurkan lidah supaya ia merasa tertarik untuk memperhatikan setiap gerakan Bunda.
Berbicara dan bernyanyi
Bunda bisa sering mengajak bayi berbicara, baik lewat obrolan maupun nyanyian. Aktivitas ini merupakan salah satu sensory play karena suara Bunda memberikan stimulasi yang baik untuk Si Kecil.
Bunda bisa menceritakan apa saja yang sedang dilakukan atau menyanyikan lagu Nina Bobo dengan nada yang lembut. Semakin sering bayi mendengar suara Bunda, maka semakin kuat pula pemahamannya terhadap suara di sekitarnya.
Berikan sentuhan lembut
Selanjutnya, Bunda bisa memberikan sentuhan lembut pada tubuh bayi untuk menstimulasi indra perabanya. Sentuhan ini dapat membantu Si Kecil merasa lebih nyaman dan tenang.
2. Usia 4-6 bulan: Stimulasi eksplorasi melalui tangan dan mulut
Pada rentang usia ini, Si Kecil biasanya mulai aktif menggunakan tangan dan mulutnya untuk mengenal benda-benda di sekitarnya. Simak ide sensory play berikut ini, Bunda:
Membacakan buku cerita
Membacakan buku cerita dengan gambar yang menarik bisa menjadi aktivitas belajar untuk melatih penglihatan anak. Bunda bisa memangku Si Kecil sambil menunjukkan ilustrasi berwarna cerah agar ia merasa tertarik.
Bermain cilukba
Permainan cilukba adalah ide yang bagus untuk melatih kemampuan fokus dan rasa senang pada bayi. Bunda bisa meminta bantuan Ayah untuk menggendong Si Kecil, sementara Bunda bersembunyi sebelum muncul tiba-tiba.
Meraih dan mengambil mainan
Aktivitas sensory play bayi 4 bulan yang bisa dicoba selanjutnya adalah dengan meletakkan berbagai benda dalam jangkauannya. Biarkan Si Kecil berusaha menggenggam benda tersebut dan membawanya ke arah mulut sebagai cara ia bereksplorasi.
Melatih memindahkan mainan
Bunda bisa memberikan benda yang mudah dipegang seperti bola lunak untuk melatih kemampuan koordinasi tangan kiri dan kanannya. Cobalah ajak ia bermain menyusun cangkir kertas atau balok spons supaya ia bisa belajar cara memindahkan barang.
Permainan gelembung
Meniup gelembung di dekat bayi adalah cara yang bagus untuk melatih keterampilan visual serta sensoriknya. Si Kecil biasanya akan antusias saat melihat gelembung-gelembung melayang dan mencoba menyentuhnya. Namun dengan catatan, pilih yang aman untuk bayi, ya.
3. Usia 6-12 bulan: Stimulasi motorik halus dengan tekstur lebih beragam
Pada fase ini, rasa ingin tahu Si Kecil akan semakin besar terhadap benda-benda di sekitarnya. Karena itu, Bunda bisa mencoba ide sensory play berikut ini:
Tas sensorik
Bunda bisa menyiapkan tas kain lembut lalu mengisinya dengan benda-benda yang aman. Aktivitas ini termasuk sensory play bayi 5 bulan yang membantu Si Kecil mengenali berbagai bentuk lewat sentuhan.
Pastikan tas yang dipilih tidak memiliki kaitan kecil seperti kancing atau manik-manik untuk menghindari risiko tersedak, ya.
Botol sensorik
Botol sensorik menjadi cara yang bagus untuk memperkenalkan stimulasi serta konsep sebab-akibat kepada bayi. Bunda cukup mengisi botol plastik bening dengan glitter, manik-manik, atau cairan berwarna yang menarik perhatian. Pastikan botolnya tertutup rapat ya, Bunda.
Bermain air
Aktivitas bermain air bisa menjadi stimulasi yang melibatkan beberapa indera sekaligus, seperti sentuhan dan pendengaran. Ini juga cocok sebagai sensory play bayi 7 bulan karena biasanya Si Kecil tertarik dengan suara air.
Eksplorasi alat musik
Musik adalah sarana untuk merangsang indra pendengaran bayi melalui berbagai suara. Bunda bisa memilih alat musik yang ramah bayi seperti kerincingan untuk dimainkan bersama.
Ketuk atau goyangkan alat musik tersebut, lalu biarkan bayi mencoba memegangnya sendiri jika ia sudah mampu melakukannya.
Mencicipi buah dengan berbagai tekstur
Mengenalkan rasa dan tekstur baru melalui potongan buah adalah langkah awal yang baik untuk mendukung fase makan padatnya. Bunda bisa menyiapkan buah dalam bentuk yang berbeda, seperti diiris tipis atau dihaluskan.
Itulah penjelasan tentang sensory play bayi, dari usia memulai, manfaat, dan ide permainan sesuai usia.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
.png)
13 hours ago
4
















































