SMA Unggul Garuda Rampungkan Kurikulum hingga Aturan Asrama

15 hours ago 6

KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan empat SMA Unggul Garuda telah merampungkan sejumlah perangkat operasional menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. Dokumen yang disiapkan mencakup kurikulum satuan pendidikan, aturan kehidupan asrama, hingga strategi penerapan kurikulum bertaraf internasional.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Penyusunan perangkat tersebut merupakan hasil workshop pembekalan dan persiapan operasional SMA Unggul Garuda yang berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026. Kegiatan itu diikuti 54 tenaga pendidik yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru dari empat SMA Unggul Garuda.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani mengatakan pembekalan menghasilkan sejumlah dokumen yang akan menjadi fondasi penyelenggaraan sekolah. Dokumen tersebut meliputi Kurikulum Satuan Pendidikan, panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), regulasi asrama, indikator kinerja utama, perencanaan Learning Management System (LMS), hingga strategi transisi menuju kurikulum International Baccalaureate (IB).

Selain menyusun perangkat operasional, para pendidik juga mendapat pembekalan mengenai praktik pendidikan global, termasuk penguatan kemampuan bahasa siswa, pemanfaatan e-library dan e-journal, serta layanan college counselor untuk mendukung lulusan melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan SMA Unggul Garuda merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul.

"Keberhasilan SMA Unggul Garuda tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan kurikulum yang berkualitas, tetapi terutama oleh kualitas para pendidik yang menjadi teladan bagi para siswa," kata Stella dikutip pada Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Stella, pemerintah menempatkan proses seleksi tenaga pendidik sebagai salah satu tahapan terpenting dalam pembangunan SMA Unggul Garuda. Para guru yang telah lolos seleksi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki daya saing global sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menambahkan para pendidik memiliki peran strategis dalam membangun budaya sekolah sejak awal operasional. Ia meminta guru menjadikan integritas sebagai fondasi pendidikan.

"Unggul tidak hanya cukup sehat dan tidak cukup hanya cerdas, tetapi harus dikunci dengan kewarasan. Waras berarti memiliki integritas, tanggung jawab kepada negara, masyarakat, dan keluarga," ujarnya.

Adapun setelah mengikuti pembekalan, seluruh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru akan mulai bertugas di sekolah masing-masing menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online