Selular.ID – Telkom Indonesia mempertahankan momentum pertumbuhan pada Semester I 2026 dengan pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun, naik 3,9% secara tahunan.
Dalam Public Expose Live 2026 yang digelar secara online, Senin (7/9/2026), Telkom menegaskan transformasi TLKM 30 dan optimalisasi bisnis infrastruktur digital menjadi bagian penting dari strategi untuk memperkuat kinerja dan menciptakan nilai jangka panjang.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini memaparkan perkembangan transformasi TelkomGroup melalui empat pilar TLKM 30, yakni operational & service excellence, streamlining, unlocking value, dan modus-operandi shift.
Agenda tersebut turut dihadiri Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra, Direktur Wholesale and International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur Enterprise and Business Service Telkom Veranita Yosephine, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan.
Dian mengatakan penerapan TLKM 30 mencakup penyederhanaan struktur bisnis agar setiap unit memiliki fokus dan akuntabilitas yang lebih jelas.
Telkom saat ini melakukan delayering ke dalam lima segmen utama, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others dan Ancillary.
“Sebagai bagian dari implementasi TLKM 30, delayering ini sangat penting karena kami ingin setiap bisnis di TelkomGroup memiliki akuntabilitas yang lebih jelas dan fokus pada bisnis inti, dengan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja, arus kas, dan investasi pada masing-masing bisnis,” ujar Dian.
Kinerja Semester I 2026 Tetap Positif
Dari sisi keuangan, Telkom mencatat EBITDA Rp37,5 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Margin EBITDA berada di level 49,4%.
Laba bersih Telkom mencapai Rp10,6 triliun atau tumbuh 1,4% secara tahunan. Jika dinormalisasi, laba bersih mencapai Rp11,3 triliun, meningkat 6,2% YoY.
Manajemen mengaitkan kinerja tersebut dengan perbaikan monetisasi bisnis seluler serta disiplin operasional di lingkungan TelkomGroup. Perseroan juga melanjutkan pengendalian biaya dan mengarahkan belanja modal ke area yang dianggap strategis bagi pertumbuhan.
Lebih dari 94% CAPEX Telkom dialokasikan untuk bisnis inti pada segmen B2C dan B2B Infrastructure. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas modal sekaligus memastikan investasi tetap berfokus pada bisnis utama.
Arthur Angelo Syailendra mengatakan kinerja pada paruh pertama tahun ini menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan earnings yang tetap positif. Profitabilitas juga mengalami perbaikan, terutama pada kuartal kedua.
“Ke depan, kami akan terus menjaga disiplin biaya dan kualitas pertumbuhan untuk mendukung pencapaian target profitabilitas sepanjang tahun,” kata Angelo.
InfraNexia Disiapkan Jadi Neutral Carrier
Telkom juga mengandalkan bisnis infrastruktur digital sebagai salah satu sumber value creation. Pada segmen B2B Infrastructure, perusahaan menyiapkan InfraNexia untuk beroperasi sebagai neutral carrier.
Model tersebut memungkinkan InfraNexia melayani kebutuhan konektivitas di ekosistem TelkomGroup sekaligus mengembangkan bisnis dari pelanggan eksternal. Telkom saat ini mempersiapkan spin-off tahap kedua yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.
Setelah proses tersebut, InfraNexia diarahkan menjadi entitas utama yang menangani bisnis wholesale connectivity TelkomGroup. Strategi ini menjadi bagian dari transformasi struktur bisnis Telkom menuju model Strategic Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo).
Selain konektivitas, Telkom mengoptimalkan bisnis pusat data melalui NeutraDC. Pada Semester I 2026, pendapatan NeutraDC mencapai Rp867 miliar, tumbuh 11% YoY, dengan total kapasitas efektif 49,9 MW.
Permintaan terhadap hyperscale data center (HDC), yakni fasilitas pusat data berskala besar yang dirancang untuk menangani kebutuhan komputasi dan penyimpanan dalam volume tinggi, masih tercatat kuat. Tingkat okupansi HDC Cikarang mencapai 96%.
Sementara HDC Batam ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II 2026 dengan kapasitas awal 6 MW. NeutraDC juga akan menambah kapasitas secara bertahap melalui pertumbuhan organik dan strategic partnership.
Bisnis B2B ICT dan Enterprise Diperkuat
Pada segmen B2B ICT, Telkom mencatat pertumbuhan di sejumlah area prioritas. Pendapatan dari segmen usaha kecil dan menengah (SME) tumbuh 11,5%, sedangkan jumlah pelanggan IndiBiz meningkat 11,7% menjadi 756 ribu.
Telkom juga memperkuat bisnis enterprise untuk menangkap kebutuhan transformasi digital dari pelanggan korporasi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengambilalihan 100% saham Digiserve.
Aksi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapabilitas B2B ICT Telkom dalam menyediakan solusi end-to-end bagi pelanggan dari berbagai sektor. Integrasi kapabilitas tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis ICT yang lebih terarah.
Sementara itu, bisnis B2C yang dijalankan Telkomsel mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Pendapatan Telkomsel pada Semester I 2026 mencapai Rp28,0 triliun, tumbuh 5,3% YoY. EBITDA meningkat 10,3%, sedangkan laba bersih tumbuh 24,9%.
Average Revenue per User (ARPU) mobile, yaitu rata-rata pendapatan operator dari setiap pelanggan seluler, meningkat 11,6% menjadi Rp46 ribu. Kenaikan tersebut terjadi di tengah basis pelanggan yang lebih terkonsolidasi.
Kinerja ini menjadi bagian dari strategi Telkomsel untuk meningkatkan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta efisiensi operasional sambil mempertahankan kondisi keuangan yang sehat.
Direktur Utama Telkom Dian SiswariniTambahan Spektrum Perkuat Jaringan 5G
Telkomsel juga memperkuat kapasitas jaringan melalui tambahan 100 MHz spektrum pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz. Dengan tambahan tersebut, total portofolio spektrum Telkomsel meningkat menjadi 265 MHz.
Spektrum tambahan akan digunakan untuk memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan, termasuk mendukung pengembangan 5G. Telkomsel menyatakan pemanfaatannya dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pasar dengan mempertimbangkan produktivitas spektrum, disiplin investasi, serta potensi imbal hasil.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan tambahan spektrum akan memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan sekaligus mendukung pengembangan layanan 5G.
“Kami akan memanfaatkan tambahan spektrum ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar, dengan tetap menjaga disiplin investasi dan visibilitas terhadap imbal hasil untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Daru.

Telkom Pertahankan Target 2026
Memasuki Semester II 2026, Telkom mempertahankan guidance kinerja yang telah ditetapkan. Perseroan menargetkan pertumbuhan normalized revenue sebesar 1–3% dan margin EBITDA di atas 50% sepanjang 2026.
Pada kuartal II 2026, margin EBITDA Telkom telah kembali berada di atas 50%. Manajemen menyebut pencapaian tersebut sebagai bagian dari perbaikan profitabilitas secara kuartalan.
Untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun, Telkom akan mengandalkan sejumlah agenda, mulai dari monetisasi mobile data, peningkatan bisnis fixed broadband, pengendalian biaya, hingga akselerasi transformasi TLKM 30.
Fokus tersebut berjalan bersamaan dengan optimalisasi aset dan bisnis infrastruktur digital, termasuk pengembangan InfraNexia, ekspansi kapasitas NeutraDC, serta penguatan bisnis B2B ICT.
Angelo menyampaikan Telkom akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan disiplin modal dalam menjalankan strategi hingga akhir 2026.
Perseroan juga menempatkan transformasi TLKM 30 sebagai kerangka untuk memperjelas fokus bisnis dan meningkatkan kontribusi setiap segmen terhadap kinerja TelkomGroup.
Baca Juga: Telkom Solution Bidik Pertumbuhan B2B ICT di Asia Pasifik
.png)






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9337844/original/002418600_1788259594-0L5A0298.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336758/original/034311900_1788175118-indo_2.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255296/original/097406900_1750154745-1.jpg)


