Jakarta, Pintu News – Dengan pasar crypto memasuki minggu kedua bulan Juli, para trader dan investor harus memantau beberapa sinyal atau indikator ekonomi Amerika Serikat.
Data-data ini bisa memengaruhi portofolio mereka, yang berpotensi menyebabkan lonjakan atau penurunan harga Bitcoin .
Pengaruh indikator ekonomi Amerika Serikat terhadap harga Bitcoin terbukti signifikan pada tahun 2025, setelah sempat meredup pada tahun 2024.
Meskipun ada beberapa sinyal ekonomi Amerika Serikat yang dirilis minggu ini, hanya beberapa di antaranya yang diperkirakan akan memengaruhi sentimen pasar Bitcoin dan crypto secara signifikan.
Kredit Konsumen
Indikator ekonomi AS pertama yang perlu diperhatikan akan dirilis pada hari Selasa, yang akan melacak tren pinjaman sekaligus mencerminkan tingkat kepercayaan konsumen dan daya beli mereka.
Baca juga: Heboh! Penyanyi Populer Amerika Serikat, Drake, Sebut Bitcoin dalam Lagu Terbarunya
Setelah kredit konsumen AS naik sebesar $17,87 miliar pada bulan April, para ekonom memperkirakan kenaikan sebesar $10 miliar pada bulan Mei. Jika prediksi ini tepat, maka angkanya hampir sejalan dengan data bulan Maret sebesar $10,85 miliar.
Karena penurunan tingkat kredit menunjukkan kurangnya optimisme di pasar, penurunan kredit konsumen AS bisa mendorong pergeseran modal dari pasar tradisional ke aset spekulatif seperti Bitcoin, dengan konsumen tetap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.
🚨 Nearly 33% of the total US population are subprime.
– Between student loan default and BNPL impacting credit, subprime consumers are slowly losing access to credit.
– The credit system is on track to marginalize ~33% of the U.S. population.
No warning. No appeals.
Just a… pic.twitter.com/Sf7RQtu7mA
Secara lebih spesifik, stagnasi atau penurunan kredit sering kali menandakan sikap hati-hati, dengan Bitcoin menjadi pilihan utama investasi untuk melindungi diri dari perlambatan ekonomi atau ketidakstabilan fiat.
FOMC
Risalah rapat FOMC bulan Mei milik The Fed menjadi salah satu sinyal ekonomi AS yang kemungkinan besar akan menyebabkan volatilitas harga Bitcoin. Data ini akan dirilis pada hari Rabu, menyusul keputusan Federal Open Market Committee untuk mempertahankan suku bunga pada bulan Mei.
Setelah keputusan tersebut, US Bureau of Labor Statistics mengungkapkan bahwa inflasi meningkat pada laju tahunan sebesar 2,4% di bulan Mei, naik dari 2,3% Year-on-Year (YoY) pada bulan April.
Untuk pertama kalinya sejak Januari 2025, inflasi headline CPI kembali naik di bulan Mei. Inflasi di Amerika Serikat masih berada di atas target 2% milik The Fed dan mandat untuk mencapai tingkat pekerjaan maksimum.
“Komite bertujuan untuk mencapai tingkat pekerjaan maksimum dan inflasi sebesar 2% dalam jangka panjang. Ketidakpastian terhadap prospek ekonomi semakin meningkat,” demikian pernyataan Federal Reserve dalam rilis bulan Mei.
Laporan hari Rabu ini memberi wawasan bagi para trader dan investor tentang arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Risalah ini merinci diskusi seputar suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi, yang kemungkinan besar akan memengaruhi sentimen pasar.
Nada yang hawkish akan mengindikasikan kebijakan yang lebih ketat atau lebih sedikit pemangkasan suku bunga, yang bisa memberikan tekanan turun pada Bitcoin. Penguatan dolar AS juga berpotensi mendorong penurunan harga Bitcoin.
Sebaliknya, jika FOMC memberikan sinyal dovish, itu akan menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga ke depan, yang dapat meningkatkan selera risiko. Langkah ini bisa mendorong aliran modal ke crypto, karena biaya pinjaman yang lebih murah mendorong investasi pada aset berisiko tinggi dan pertumbuhan tinggi.
Baca juga: 3 Altcoin yang Wajib Dipantau Minggu Ini: Bonk, Aptos, dan Pi Network Siap Meroket?
Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar menilai ada peluang 95,3% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya tanggal 30 Juli.

Namun demikian, Ketua The Fed Jerome Powell bisa saja menegaskan kembali pernyataan sebelumnya untuk menolak pemangkasan suku bunga secara prematur, meski mendapat tekanan politik dari Presiden Trump.
Mengingat sensitivitas Bitcoin terhadap likuiditas, perubahan kebijakan yang tidak terduga dapat memicu volatilitas besar.
Sementara itu, Powell terus menyalahkan tarif dagang Presiden Trump sebagai alasan utama penolakannya untuk menurunkan suku bunga.
Ia membela keputusan bulat FOMC untuk menahan Federal Funds Rate, dan mengutip ekspektasi inflasi yang dipicu oleh kebijakan perdagangan. Tarif tersebut merupakan bentuk pajak eksternal atas barang dan jasa impor.
Klaim Awal Tunjangan Pengangguran
Klaim awal tunjangan pengangguran juga masuk dalam daftar pantauan sinyal ekonomi AS minggu ini. Data ini akan menunjukkan jumlah warga AS yang mengajukan asuransi pengangguran untuk pertama kalinya pada minggu lalu.
Para ekonom memperkirakan kenaikan moderat menjadi 235.000 klaim minggu lalu, naik dari 233.000 klaim yang dilaporkan untuk pekan yang berakhir pada 28 Juni.
Indikator ekonomi AS ini bisa memengaruhi sentimen pasar karena data pasar tenaga kerja AS semakin dianggap sebagai tolok ukur makro berikutnya bagi Bitcoin.
Meskipun kenaikan yang diperkirakan tergolong ringan, meningkatnya jumlah klaim bisa menjadi sinyal pelambatan ekonomi. Hal ini bisa mendorong harga Bitcoin karena para trader mulai mengantisipasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada akhir tahun.
Sebaliknya, jika jumlah klaim menurun, hal itu bisa memperkuat nilai dolar AS dan memberi tekanan pada harga crypto.
Baca juga: XRP Siap Tembus $2,35? Smart Money Picu Lonjakan Bullish Besar!
Kebijakan Pajak Aset Digital
Satu lagi data yang berpotensi memengaruhi sentimen terhadap Bitcoin adalah sidang kebijakan pajak aset digital yang dijadwalkan pada hari Rabu, 9 Juli.
Pada hari tersebut, House Ways & Means Oversight Subcommittee akan menggelar sidang bertajuk “Making America the Crypto Capital of the World.” Fokus utama negara adalah membangun kerangka kebijakan pajak abad ke-21 untuk aset digital.
Pembahasan umum difokuskan pada langkah-langkah konkret yang diperlukan untuk membentuk kerangka kebijakan pajak yang jelas dan modern terhadap aset digital.
“Tidak ada pajak capital gain untuk crypto adalah satu-satunya cara menjadikan Amerika sebagai ibu kota crypto dunia,” seloroh salah satu pengguna.
Sementara itu, di tengah deretan sinyal ekonomi AS yang sedang berlangsung, Bitcoin diperdagangkan di harga $109.150 saat artikel ini ditulis—naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Telah hadir juga fitur Pintu Pro Futures, dimana kamu bisa beli bitcoin leverage, trading btc futures, eth futures hingga sol futures secara mudah dari desktop kamu!
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
- BeInCrypto. 4 US Economic Signals That Could Move Bitcoin This Week. Diakses pada 8 Juli 2025