PRESIDEN Korea Selatan Lee Jae-myung mengutarakan keinginannya meningkatkan kerja sama pada sektor energi dengan Indonesia, di tengah ketidakpastian global imbas perang Asia Barat. Presiden Lee mengungkapkan ini secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam persamuhan bilateral di Gedung Biru atau Istana Kepresidenan Korea Selatan, di Seoul, pada Rabu, 1 April 2026.
Lee menjelaskan, selama lebih dari 50 tahun hubungan diplomatik terjalin, Indonesia dan Korea Selatan telah menjadi teman dan mitra yang berharga. "Di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan, Korea dan Indonesia adalah berkah bagi satu sama lain," ujar Presiden Lee, dikutip dari video yang diunggah pada YouTube Sekretariat Presiden.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Lee, dalam tatanan global yang cepat berubah ini, kerja sama antara kedua negara yang berbagi nilai-nilai yang sama akan sangat penting, terutama mengingat situasi di Asia Barat. "Kami merasa sangat tenang mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG (liquified natural gas) dan batu bara dengan sangat stabil ke Korea,” kata Lee.
Maka dari itu, Lee menginginkan Indonesia dan Korea Selatan memperluas kerja sama dalam hal pasokan energi yang stabil dan keamanan sumber daya. Hal ini guna meminimalkan dampak krisis terhadap perekonomian dan kehidupan rakyat.
“Kerja sama antara kedua negara kita yang berbagi nilai-nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti sekarang,” kata Presiden Lee.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyebut Indonesia dan Korea Selatan merupakan negara middle power atau kekuatan menengah yang memiliki kekhawatiran yang sama. Istilah middle power ini merujuk pada spektrum kekuatan internasional untuk negara-negara dengan kapasitas ekonomi hingga militer menengah dan tak tergolong dalam negara adidaya atau superpower.
“Kita berdua membutuhkan stabilitas dan kita berdua membutuhkan perdamaian,” ucap Prabowo.
Menurut Prabowo, lawatannya ke Negeri Ginseng berlangsung di tengah situasi global yang sarat ketidakpastian dan bahaya. Maka dari itu, kata Prabowo penguatan hubungan bilateral antarnegara menjadi semakin penting.
“Tetapi kita memahami bahwa jika kita menginginkan perdamaian dan stabilitas, kita juga harus memiliki keamanan dan pertahanan yang baik,” ucap Prabowo.
Prabowo pun menekankan bahwa kunjungan kenegaraan perdananya ke Korea Selatan mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan yang telah terjalin. “Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Prabowo.
Prabowo menyoroti bahwa hubungan jangka panjang antarnegara tidak terlepas dari ragam dinamika, termasuk potensi perbedaan pandangan. Meski begitu, ia menilai keterbukaan dan kejujuran menjadi kunci dalam menjaga hubungan yang konstruktif.
Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, Indonesia dan Republik Korea memiliki kepentingan bersama, khususnya sebagai negara di kawasan Pasifik dan berorientasi perdagangan. “Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,” katanya.
.png)
















































