BPOM dan Unhan Siapkan SDM Farmasi Unggul untuk Daerah 3T

4 hours ago 3

loading...

BPOM dan Universitas Pertahanan (Unhan) memperkuat sinergi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pengawasan obat dan makanan di daerah 3T. Foto/Ist

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Universitas Pertahanan (Unhan) memperkuat sinergi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang pengawasan obat dan makanan. Kolaborasi tersebut diarahkan pada penguatan kompetensi mahasiswa Farmasi Militer Unhan sekaligus membangun talent pipeline yang dapat mendukung kebutuhan SDM BPOM hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, pengawasan obat dan makanan tidak hanya berkaitan dengan aspek regulasi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam memperkuat ketahanan nasional. Oleh karena itu, diperlukan SDM yang menguasai ilmu farmasi sekaligus memiliki kompetensi regulatori, analisis risiko, integritas, disiplin, dan semangat pengabdian kepada negara.

Baca juga: 5,5 Miliar Serangan Siber, Unhan Ingatkan AI Bisa Jadi Senjata Perang Baru

“Ketahanan obat dan keamanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, kita harus menyiapkan generasi pengawas yang bukan hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga memahami regulatory science, tangguh di lapangan, berintegritas, dan siap mengabdi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T,” ujar Taruna di Unhan, Jakarta, dikutip Kamis (17/9/2026).

Dia menjelaskan, Unhan merupakan mitra strategis untuk membangun kompetensi tersebut sejak dari bangku pendidikan. Sinergi BPOM dan Unhan telah berlangsung sejak penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat pada 4 Januari 2022. Kerja sama tersebut diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unhan dan BPOM pada 23 Oktober 2024 yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdia kepada masyarakat.

Baca juga: Ini Daftar 31 Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan Ilegal yang Ditemukan BPOM

Implementasi kerja sama antara lain dilakukan melalui Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) mahasiswa Unhan di lingkungan BPOM. Pada batch kedua tahun ini, sebanyak 15 mahasiswa mengikuti PKPA, masing-masing lima mahasiswa di BPOM Pusat, lima mahasiswa di Balai Besar POM Jakarta, dan lima mahasiswa di Balai POM di Bogor.

Kolaborasi juga diwujudkan melalui Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu di Kampus Unhan, Sentul, pada 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut meliputi komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat serta Training of Trainer pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu dengan melibatkan akademisi Fakultas Farmasi Militer Unhan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online