Ketua Lembaga Adat: Operasional PLTP Lahedong Tak Pengaruhi Situs Budaya Waruga

3 hours ago 3

loading...

Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu (LAKT) Tawaang Kota Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular, menegaskan keberadaan PLTP tidak perlu dipertentangkan. Foto/istimewa

TOMOHON - Keberadaan dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) dinilai tidak memberikan dampak negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga. Situ tersebut merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minahasa.

Waruga merupakan situs peninggalan budaya masyarakat Minahasa berupa peti kubur batu yang menjadi bagian dari sejarah dan tradisi masyarakat pada masa lalu. Keberadaannya hingga kini tetap dijaga sebagai warisan budaya masyarakat Minahasa.

Ketua Lembaga Adat Kebudayaan Tombulu (LAKT) Tawaang Kota Tomohon, Ibrahim Ratulangi Tular, menegaskan keberadaan PLTP tidak perlu dipertentangkan dengan upaya pelestarian situs budaya. Menurutnya, operasional pembangkit panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian sekitar 100 Waruga yang tersebar di Tomohon.

Baca juga: PLN IP-PGE Kolaborasi Kembangkan Panas Bumi di PLTP Ulubelu dan Lahendong

“Sebagai warisan budaya yang sangat penting bagi masyarakat Minahasa tentu kelestariannya harus terus dijaga. Namun, kita juga perlu melihat persoalan ini secara objektif berdasarkan kondisi di lapangan. Kehadiran dan operasional PLTP tidak memberikan pengaruh negatif terhadap keberadaan maupun kelestarian situs Waruga,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Ibrahim menambahkan, aspek kelestarian lingkungan dan alam menjadi bagian penting dalam operasional pembangkit panas bumi. Aktivitas PLTP Lahendong dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta ketentuan yang berlaku.

“Tidak tepat apabila keberadaan PLTP kemudian dikaitkan dengan ancaman terhadap situs budaya. Selama operasional dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan lingkungan, alam, dan warisan budaya, keduanya dapat berjalan beriringan,” ucapnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online