INFO TEMPO – Ketika berbicara mengenai industri skincare, banyak orang langsung mengaitkan kualitas dengan harga. Semakin mahal sebuah produk, semakin baik pula anggapan masyarakat terhadap kualitasnya. Namun, pandangan tersebut justru dipertanyakan oleh Dr. David Lee Thompson, S.Kom., MM.
Sebagai pendiri Skinberries, David melihat bahwa konsumen sering dihadapkan pada pilihan yang membingungkan. Di satu sisi, banyak produk menawarkan kemasan premium, kampanye pemasaran besar, dan citra eksklusif. Di sisi lain, tidak semua konsumen memiliki kesempatan untuk memahami apa yang sebenarnya terdapat di balik label sebuah produk.
Menurut David, hal ini mendorongnya untuk membangun Skinberries dengan filosofi yang berbeda: membuat kualitas lebih mudah diakses daripada sekadar menjual kesan mewah.
“Saya ingin masyarakat membeli skincare karena formulanya, bukan karena mereka merasa harus membayar mahal untuk mendapatkan rasa percaya diri,” ungkapnya.
Pendiri Skinberries David Lee Thompson menjelaskan pentingnya memahami kualitas produk perawatan kulit. Dok. Skinberries
Mengubah Cara Pandang tentang Nilai Sebuah Produk
David berpendapat bahwa dalam industri kosmetik, nilai sebuah produk tidak hanya berasal dari kandungan aktif, tetapi juga dari banyak faktor bisnis seperti desain, distribusi, promosi, dan pembangunan merek. Semua itu merupakan bagian yang wajar dalam menjalankan usaha.
Namun menurutnya, perusahaan juga memiliki pilihan mengenai prioritas investasi.
Di Skinberries, ia mengatakan perusahaan berupaya mengalokasikan sumber daya pada pengembangan formula, pemilihan bahan baku, dan pengendalian mutu, sehingga harga tetap dapat dijaga agar kompetitif.
Berawal dari Pertanyaan Sederhana
Ide membangun Skinberries berawal dari sebuah pertanyaan yang terus muncul di benaknya: mengapa masih banyak orang yang harus menunda merawat kulit hanya karena harga produk yang dianggap terlalu tinggi?
David percaya bahwa perawatan kulit seharusnya tidak menjadi sesuatu yang eksklusif bagi kelompok tertentu. Dengan perkembangan teknologi formulasi dan manufaktur, menurutnya semakin terbuka peluang untuk menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Fokus pada Transparansi
Bagi David, kepercayaan konsumen tidak dibangun melalui slogan, melainkan melalui keterbukaan.
Ia berharap masyarakat semakin terbiasa membaca daftar kandungan, memahami fungsi bahan aktif, serta memilih produk berdasarkan informasi yang jelas dan sesuai kebutuhan kulit masing-masing.
David juga menilai bahwa industri akan berkembang lebih sehat jika perusahaan tidak hanya berlomba menciptakan citra, tetapi juga berlomba meningkatkan mutu produk, edukasi, dan pelayanan kepada konsumen.
Membangun untuk Jangka Panjang
Ke depan, David berharap Skinberries dikenal bukan karena menjadi merek yang paling mahal atau paling ramai dipromosikan, melainkan karena konsistensi dalam menghadirkan produk yang mengutamakan kualitas, keamanan, dan keterjangkauan.
Baginya, keberhasilan sebuah merek bukan hanya soal angka penjualan, tetapi juga tentang seberapa besar kepercayaan yang mampu dibangun dari waktu ke waktu.
“Kalau konsumen merasa mendapatkan nilai yang baik dari setiap rupiah yang mereka keluarkan, itulah keberhasilan yang ingin kami capai,” tutup David. (*)
.png)








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)


