Ciri Pasangan Langgeng dengan Hubungan Sehat, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini Menurut Pakar

2 hours ago 2

Ingin langgeng sampai tua bersama suami? Yuk sering ucapkan beberapa kalimat di bawah ini, Bunda.

Hubungan yang sehat tidak selalu berarti bebas konflik. Justru pasangan yang mampu bertahan lama biasanya mereka yang tahu cara berkomunikasi dengan baik, termasuk saat menghadapi masalah atau emosi yang tidak nyaman.

Para terapis hubungan menilai, komunikasi yang jujur dan penuh empati menjadi salah satu pondasi utama agar hubungan tetap harmonis. Sejumlah psikolog dan peneliti hubungan mengungkapkan bahwa pasangan yang langgeng umumnya memiliki kebiasaan mengucapkan kalimat-kalimat tertentu kepada satu sama lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kalimat tersebut bukan hanya sekadar ungkapan romantis, tapi juga bentuk penghargaan, keterbukaan, hingga usaha mencari solusi bersama. Psikolog sekaligus pendiri Growing Self Counseling & Coaching, Lisa Marie Bobby, mengatakan bahwa komunikasi yang jelas dan penuh rasa hormat akan membuat kedua pihak merasa lebih nyaman dalam hubungan.

Menurutnya, emosi yang tidak menyenangkan sekalipun tetap perlu disampaikan dengan cara yang sehat. Hal ini senada dengan Amy Morin, seorang psikoterapis sekaligus penulis buku 13 Things Mentally Strong Couples Don’t Do.

“Jika Anda dan pasangan secara teratur menggunakan frasa-frasa ini, itu pertanda bahwa Anda sudah menjadi pasangan yang kuat secara mental,” ucap Amy, dikutip dari CNBC International..

Ucapan yang bikin hubungan sehat dan langgeng

Berikut deretan kalimat yang sering diucapkan pasangan dengan hubungan sehat menurut para pakar hubungan

1. “Aku mau mengatakan sesuatu yang mungkin sedikit tidak nyaman didengar”

Pasangan yang sehat tidak memilih memendam masalah demi menghindari konflik. Mereka justru berusaha menyampaikan perasaan dengan jujur, meski topiknya sensitif.

Kalimat pembuka seperti ini dinilai mampu menunjukkan empati karena pasangan sudah memberi sinyal bahwa pembicaraan mungkin akan terasa berat. Misalnya saja, saat merasa tidak nyaman karena privasi hubungan dibicarakan kepada orang lain.

Psikoterapis Amy Morin menyebut kejujuran dan kemampuan mengakui kebutuhan diri sendiri dapat memperkuat hubungan dalam jangka panjang.

“Mengakui kesalahanmu dan jujur ​​tentang kebutuhanmu dapat membantu kalian tumbuh lebih kuat bersama,” kata Morin.

2. “Aku butuh dukunganmu sekarang”

Setiap orang pasti pernah merasa kewalahan oleh emosi. Dalam hubungan sehat, pasangan tidak malu untuk meminta dukungan secara langsung. Permintaan sederhana seperti “Boleh peluk aku?” atau “Aku butuh dukunganmu sekarang” dianggap sebagai bentuk keterbukaan emosional.

Hal ini membantu pasangan memahami bahwa seseorang sedang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan ketenangan. Peneliti hubungan terkenal, John Gottman dan Julie Gottman, juga menemukan bahwa pasangan yang mampu menunjukkan kerentanan secara sehat cenderung memiliki hubungan lebih kuat dan tahan lama.

3. “Yuk cari solusi bersama”

Pasangan yang harmonis tidak melihat masalah sebagai beban satu pihak saja. Mereka cenderung menghadapi tantangan sebagai tim.

Kalimat ini menunjukkan bahwa seseorang tidak sekadar mendengarkan, tapi juga ingin terlibat membantu pasangan menemukan jalan keluar terbaik. Bahkan ketika masalah sebenarnya berasal dari pekerjaan, keluarga, atau lingkungan luar hubungan.

4. “Aku punya permintaan”

Bagi banyak orang, menyampaikan kebutuhan terkadang terasa sulit karena takut dianggap menuntut. Padahal pasangan sehat justru terbiasa mengutarakan permintaan secara jelas dan sopan.

Lisa Marie Bobby menjelaskan bahwa kalimat ini memberi tanda bahwa pembicaraan yang akan disampaikan bersifat penting dan perlu diperhatikan. Setelah itu, pasangan dianjurkan menjelaskan alasan di balik permintaannya dan tetap membuka ruang diskusi.

Sebagai contoh, Bunda bisa meminta suami menyalakan mesin pencuci piring setelah digunakan agar pekerjaan rumah bisa lebih ringan keesokan harinya.

"Jika Anda mengatakannya dengan baik, itu memberi tahu pasangan bahwa Anda akan mengatakan sesuatu yang serius, penting, dan dapat ditindaklanjuti,” kata Bobby.

5. “Sayang, aku mau bilang soal pendapatku nih....”

Kalimat ini mungkin terdengar unik, tapi dinilai efektif untuk menghindari pasangan merasa disalahkan. Terapis sekaligus penulis buku Sovereign Love, Dene Logan, mengatakan bahwa ungkapan tersebut membantu seseorang mengambil tanggung jawab atas pikirannya sendiri.

Misalnya saja, dibanding langsung berkata “Kamu selalu menganggap aku tidak cukup baik,” seseorang bisa mengatakan, “Menurutku nih, aku merasa apa yang kulakukan belum pernah cukup buatmu.” Dengan cara ini, percakapan menjadi lebih terbuka tanpa memicu sikap defensif.

6. “Bisa ceritakan lebih jauh tentang perasaanmu?”

Pasangan sering kali merasa sudah saling memahami sepenuhnya, padahal setiap orang memiliki pengalaman hidup dan luka emosional yang berbeda. Kalimat ini membantu pasangan menggali alasan di balik emosi yang muncul.

Menurut Logan, memahami konteks masa lalu pasangan bisa memperdalam kedekatan emosional dan membangun rasa aman dalam hubungan. Contohnya, seseorang mungkin merasa tersinggung karena kritik pasangannya mengingatkannya pada pengalaman masa kecil yang menyakitkan.

7. “Yuk evaluasi hubungan kita”

Profesor psikologi dari Pepperdine University, Thema Bryant, menyarankan pasangan untuk rutin melakukan refleksi hubungan. Evaluasi ini bisa dilakukan di akhir tahun atau kapan saja ketika dibutuhkan.

Pasangan dapat membicarakan momen yang berhasil dilewati bersama, hal-hal yang membantu hubungan berkembang hingga luka yang mungkin belum sempat dibahas. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan, antara lain:

  1. "Hal apa yang paling berhasil kita lewati bersama tahun ini?"
  2. "Apa yang membuatmu berkembang selama bersama aku?"
  3. "Adakah perkataan atau sikapku yang masih menyakitimu?"
  4. "Apa harapanmu untuk hubungan kita ke depan?"

Melalui percakapan seperti ini, Bunda dan Ayah dapat membangun komunikasi yang lebih sehat sekaligus memperkuat hubungan pernikahan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online