Jakarta -
Baru-baru ini, sebuah curhatan seorang Ayah viral di media sosial karena mengaku tidak menikmati waktu bermain dengan anaknya. Unggahan tersebut pun cukup menyita perhatian dari netizen.
Dalam ceritanya, Ayah tersebut mencoba jujur tentang perasaannya sebagai orang tua dalam keseharian. Ia mengungkapkan bahwa dirinya kerap merasa tidak nyaman saat harus bermain terlalu lama dengan anak.
Meski terdengar cukup sensitif, curhatan ini pun langsung menarik perhatian banyak orang karena dianggap dirinya yang jujur. Hal ini yang membuat unggahan ini langsung ramai di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari situ, muncul berbagai pandangan tentang perasaan orang tua dalam menjalani proses mendampingi anak. Berikut ini ulasan selengkapnya, Bunda.
Curhatan Ayah yang mengaku tak nyaman bermain dengan anak
Curhatan tersebut diketahui telah dilihat lebih dari 16 juta kali dan mendapat lebih dari 7 ribu komentar. Mengutip dari akun X @jmrphy, seorang pria bernama Murphy mengungkapkan perasaannya tentang pengalamannya sebagai Ayah.
"Sudah 4 tahun sejak saya menjadi seorang Ayah dan saya mulai takut dengan jiwa saya sendiri. Jujurnya, saya memang tidak terlalu suka berada di sekitar anak-anak dalam waktu yang lama," tulisnya.
Ia juga menjelaskan bahwa waktu yang ia inginkan untuk bermain dengan anak tidak terlalu lama setiap minggunya. Menurutnya, cukup sekitar 70-140 menit dalam seminggu.
"Waktu ideal yang ingin saya habiskan untuk bermain dengan anak-anak mungkin sekitar 70-140 menit per minggu, kurang lebih 10 menit setiap hari, mungkin dua kali sehari saat jeda dari pekerjaan," katanya.
Setelah itu, ia mengaku tetap memiliki rasa sayang kepada anaknya. Namun, ia merasa kurang nyaman jika harus menemaninya bermain dalam waktu yang lebih lama.
"Perasaan sayang saya kepada mereka sebenarnya sangat kuat, tetapi jika saya harus menjaga atau menghibur mereka lebih dari sekitar 10 menit, saya mulai merasa tidak nyaman. Saya hanya ingin bekerja atau melakukan sesuatu yang produktif. Saya mencoba untuk bersyukur, tapi itu tidak berhasil," tuturnya.
"Saya tidak punya masalah menjadi Ayah yang baik dan penuh kasih, masalahnya hanya saya tidak menikmatinya. Bukan karena saya ingin mengejar kesenangan pribadi, tetapi rasanya aneh saja ketika saya hampir tidak merasakan kebahagiaan," sambungnya.
Beragam reaksi dari orang tua
Curhatan yang viral tersebut memunculkan berbagai reaksi di media sosial, Bunda. Ada yang mencoba memahami, tetapi ada juga yang memberikan penilaian cukup keras terhadap dirinya.
"Perasaan ini berada dalam kendalimu untuk diubah. Ini bukan sifat kepribadian mendasar yang tidak dapat kamu perbaiki, tetapi berasal dari cara kamu menyesuaikan sikap dan pandangan terhadap dirimu sendiri," tulis akun X @tea****.
Namun, ada juga yang menyayangkan hal tersebut dibagikan ke ruang publik. Mereka menilai cerita seperti itu sebaiknya tidak disebarkan secara luas karena dapat memicu reaksi negatif.
"Sungguh kejam sekali mengunggah ini ke internet dan dilihat oleh jutaan orang asing," balas pengguna @wit****.
Psikolog jelaskan pentingnya peran orang tua dalam mengasuh anak
Menanggapi cerita Ayah tersebut, seorang psikolog anak asal Amerika Serikat, Scott A. Roth, Psy.D., turut memberikan pandangannya. Ia menjelaskan bahwa bermain memang bukan satu-satunya bentuk kedekatan orang tua dan anak, tetapi tetap punya peran yang penting.
Menurutnya, ketika orang tua menolak untuk bermain bersama anak, mereka bisa saja melewatkan pengalaman yang memang dibutuhkan untuk perkembangan anak.
"Ketika orang tua menolak bermain atau tidak terlibat dalam permainan, mereka mungkin menolak memberikan pengalaman perkembangan penting ini kepada anak mereka," kata Roth, dikutip dari laman Parents.
Ia menyampaikan bahwa lewat bermain, anak akan mulai mengenal hubungan sosial di sekitarnya. Roth juga mencontohkan bahwa orang tua bisa mengajak anak mencoba hal lain dengan cara yang lembut.
"Dengan anak Anda, tidak apa-apa untuk mengatakan sesuatu seperti, 'Kita sudah bermain boneka cukup lama, mengapa kita tidak pergi ke ruang bermain dan memilih sesuatu yang lain untuk dilakukan,'" kata Roth.
"Ini mencontohkan keterampilan hidup penting seperti mempertimbangkan perasaan orang lain dan menghadapi perubahan, serta kemungkinan rasa kecewa," sambungnya.
Itulah curhatan Ayah yang mengaku tidak terlalu menikmati waktu bermain dengan anaknya yang memicu pro dan kontra, serta tanggapan dari psikolog.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
.png)
1 day ago
13
















































