INFO TEMPO – Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendukung kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dalam menangani persoalan sampah. Keterlibatan masyarakat, kunci utama keberhasilan Program Pengelolaan Sampah.
“Bila hanya mengandalkan pemerintah, program sulit berjalan,” kata Khoirudin saat menerima kunjungan komunitas lingkungan Sangga Buana, Rabu, 1 April 2026. Sangga Buana merupakan lembaga swadaya masyarakat yang terkenal aktif dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Menurut dia, sinergi pemerintah dengan masyarakat dapat mempercepat penyelesaian persoalan sampah. Dia pun berharap, pemerintah merangkul semua elemen masyarakat. “Tanpa peran masyarakat, ini berat. Sampah harus ditangani bersama-sama dengan seluruh elemen untuk sama-sama menyelesaikan sampah kita yang belum terselesaikan.”
Khoirudin juga mengatakan, pengelolaan sampah organik merupakan satu di antara solusi mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). “Organik ini kan sebetulnya bermanfaat. Sehingga tidak perlu dibuang ke Bantar Gebang.”
Pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga, lanjut dia, memiliki manfaat tambahan. Termasuk mendukung ketahanan pangan. Sementara itu, untuk mengolah sampah menjadi pupuk diperlukan pendampingan kepada masyarakat agar bisa mengolah sampah organik secara mandiri. Dengan begitu, program berjalan optimal. “Memang butuh waktu dan pendampingan kepada masyarakat,” kata Khoirudin.
Anggota LSM Sangga Buana Reza mengatakan, kesadaran masyarakat merupakan faktor penentu keberhasilan pengelolaan sampah. “Kita belajar dari contoh Singapura, hingga akhirnya sekarang mereka ini sudah sangat aktif (memilah sampah),” kata Reza.
Dia pun sepakat mendorong penguatan Program Pemilahan Sampah dari rumah tangga. Dengan demikian, masyarakat mampu melaksanakan program pemerintah. “Kalau masyarakat enggak terlibat, enggak akan pernah selesai,” kata Reza.
Pemerintah, lanjut dia, perlu memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar lebih aktif memilah sampah mulai dari rumah. Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, pengelolaan sampah di Jakarta dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (*)
.png)
















































