Gubernur Kalimantan Utara Sambangi Kementerian UMKM, Bidik Tambahan Aktivitas Ekonomi Rp 102 Miliar per Tahun

9 hours ago 6

INFO TEMPO - Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menggelar pertemuan strategis bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian kerakyatan di Kalimantan Utara.

Zainal menyampaikan sejumlah gagasan serta kebutuhan daerah guna mempercepat pengembangan sektor UMKM yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat. Saat ini, terdapat 51.840 unit UMKM di Kalimantan Utara yang memberikan kontribusi sebesar 5,51 persen per tahun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski menunjukkan perkembangan positif, sektor ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari daya saing produk yang belum optimal, keterbatasan akses pembiayaan dan pasar, hingga minimnya infrastruktur pendukung serta hilirisasi.

“Kami memetakan beberapa isu strategis yang perlu mendapat dukungan bersama agar UMKM Kaltara mampu berkembang lebih cepat,” kata Zainal yang didampingi Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati. 

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengajukan dukungan anggaran kepada Kementerian UMKM RI untuk mendanai sembilan program prioritas guna mempercepat pengembangan UMKM di daerah. Program tersebut meliputi Sertifikasi Halal, Pelatihan Kewirausahaan, Business Matching dengan perbankan dan lembaga keuangan, Bantuan Alat Produksi, Fasilitasi Pendamping UMKM, Pembangunan Plaza UMKM, Fasilitasi Promosi UMKM, Penguatan Rumah Kemasan, serta Fasilitasi Galeri Dekranasda.

Melalui program tersebut, Zainal menargetkan lahirnya UMKM yang lebih berdaya saing, mandiri dan berkelanjutan. Berdasarkan proyeksi yang disusun, program ini berpotensi menghasilkan tambahan aktivitas ekonomi daerah hingga Rp 102 miliar per tahun. 

Selain itu, program tersebut ditargetkan mampu menciptakan 500 hingga 1.000 lapangan kerja baru, melahirkan 50 produk unggulan berorientasi ekspor, menghasilkan 240 sertifikasi halal baru, 200 kekayaan intelektual (KI) baru, serta mendorong 1.000 UMKM naik kelas dan 300 UMKM masuk ke pasar modern maupun digital. 

Untuk mendukung realisasi program, Pemprov Kalimantan Utara telah menyiapkan berbagai komitmen, mulai dari regulasi pendukung, penyediaan data UMKM, kesiapan bangunan Rumah Kemasan, hingga penyediaan lahan strategis di Hutan Kota Bundahayati untuk pembangunan Plaza UMKM. 

Menanggapi usulan tersebut, Wamen UMKM, Helvi Yuni Moraza menyampaikan apresiasi dan respons positif terhadap sembilan program yang diajukan Zainal. Kementerian UMKM, kata Helvi berencana melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Utara pada Juli mendatang. 

Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh melalui penguatan sektor UMKM di Bumi Benuanta. 

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Zainal didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sapi’i, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop) Kaltara Edy Suharto, serta Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara Njau Anau. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online