Kasad: Penugasan Pasukan Perdamaian di Libanon Sudah Ada SOP

9 hours ago 3

KEPALA Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan sudah ada standar operasional prosedur yang ditetapkan dalam penugasan pasukan perdamaian di Libanon. Pedoman itu mengatur tentang hal-hal yang perlu dilakukan prajurit TNI di kondisi-kondisi tertentu.

"Sebenarnya sudah (ada) SOP dalam penugasan. Dalam kondisi tertentu mereka ada instruksi untuk masuk bunker dan lain sebagainya," kata dia ditemui di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Sabtu, 4 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pernyataan Maruli itu merespons berbagai insiden serangan dari Israel yang menyebabkan tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dalam pelbagai peristiwa pada akhir Maret hingga awal April, ledakan di area fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon juga telah menyebabkan delapan prajurit TNI luka-luka.

Maruli mengatakan Markas Besar TNI dan Kementerian Pertahanan telah mengatur langkah evaluasi atas insiden serangan tersebut. "Mudah-mudahan bisa semakin jelas apa dan bagaimana peristiwa ini terjadi," kata jenderal bintang empat itu.

Ia juga mengimbau para prajurit yang ditugaskan dalam misi perdamaian dunia tak perlu risau di tengah kondisi saat ini. Menurut dia, standar operasional prosedur yang sudah diatur telah menjadi panduan prajurit untuk bertindak di lapangan.

"Tapi apa pun juga pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian ini. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik," ucap Maruli.

Adapun pemerintah Republik Indonesia telah memulangkan tiga prajurit TNI yang tewas akibat serangan Israel di Libanon. Ketiga korban jiwa ialah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan.

Ketiga jenazah prajurit TNI itu diberangkatkan dari Beirut, Libanon pada 3 April 2026 dan tiba di Tanah Air sehari setelahnya. Dalam prosesi persemayaman, Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri kabinet turut hadir.

Seusai disemayamkan, Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan ketiga jenazah prajurit tersebut. Dalam arahannya, Maruli menyatakan ketiga prajurit itu bakal dimakamkan secara militer di daerah masing-masing.

Dua pesawat milik TNI Angkatan Udara disiapkan untuk melepas ketiga jenazah sekira pukul 19.40 WIB. Farizal Rhomadhon dan Muhammad Nur Ichwan diterbangkan ke Yogyakarta, sedangkan Zulmi Aditya Iskandar dibawa ke kediamannya di Bandung untuk dimakamkan secara militer.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online