Kemenkop: Latihan Militer Manajer Kopdes Tetap Berlanjut

3 hours ago 4

KEMENTERIAN Koperasi memastikan program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tetap berjalan meski sejumlah peserta meninggal saat mengikuti pendidikan di satuan TNI. Pemerintah menyatakan evaluasi terhadap insiden tersebut akan dilakukan tanpa menghentikan pelaksanaan program.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi Destry Anna Sari, evaluasi akan dilakukan secara paralel seiring berjalannya Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Kata dia, saat ini Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang terdiri dari sejumlah kementerian dan lembaga tengah menelaah seluruh aspek penyelenggaraan program untuk memastikan keselamatan peserta.

“Kementerian Koperasi memahami perhatian masyarakat terhadap keselamatan peserta pendidikan. Karena itu, Panitia Seleksi Nasional saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program SPPI,” kata Destry saat dimintai konfirmasi pada Kamis, 25 Juni 2026.

Evaluasi yang akan dilakukan meliputi proses seleksi peserta, pelaksanaan pendidikan, mekanisme pemantauan kesehatan, hingga langkah mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi itu, kata Destry, akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan guna memperkuat prosedur pelaksanaan program pada periode berikutnya. 

"Setiap masukan dan pembelajaran dari pelaksanaan program akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan ke depan agar program dapat berjalan semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel," ujar dia.

Kementerian Koperasi juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya tiga peserta SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mengikuti Latsarmil. Kementerian menyatakan telah memberikan dukungan kepada keluarga korban serta memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Meski demikian, Destry mengklaim bahwa para peserta yang mengikuti program telah melalui mekanisme seleksi yang ditetapkan pemerintah. Sebelum menjalani pendidikan, mereka juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kementerian Koperasi juga memberikan dukungan kepada keluarga peserta serta memastikan proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” kata dia.

Sebelumnya, sebanyak tiga calon manajer Kopdes Merah Putih dan Koperasi Kampung Neyalan Merah Putih dinyatakan meninggal saat mengikuti pelatihan militer dasar komponen cadangan. Ketiganya bernama Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Novita mengikuti pelatihan militer dasar komando cadangan di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Jakarta. Ia meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026, atau pada hari keenam setelah pelatihan dimulai pada 17 Juni 2026. 

Sementara itu, Anisa meninggal pada 18 Juni 2026 akibat heat stroke ketika mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Resimen Induk Komando Daerah Militer Mulawarman Balikpapan, Kalimantan Timur. Kemudian, Yonanda dinyatakan wafat akibat cardiac arrest atau henti jantung pada 17 Juni 2026. Ia tercatat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online