Kolaborasi Kemensos dan TNI, 1.000 Taruna Akmil akan Latih Siswa Sekolah Rakyat

8 hours ago 7

INFO TEMPO – Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNI berkolaborasi menyiapkan program pembentukan karakter bagi para siswa Sekolah Rakyat. Sekitar 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) akan terlibat dalam proses pembinaan tersebut.

Lima taruna direncanakan akan bertanggung jawab terhadap satu sekolah untuk memberikan sejumlah materi, seperti soal kerapian pakaian maupun kamar asrama. “Setelah ada skema antara Mabes TNI dengan Kemensos, di bawah Kemenhan, rencananya di tiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna yang akan membimbing, baik siswa maupun guru-gurunya dalam masalah kerapian," kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, Wamensos bertemu Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha, Kepala Staf Teritorial Letjen Bambang Trisnohadi, dan Direktur Pendidikan Akademi TNI Brigjen Ari Novian.

Agus Jabo mengatakan, pembinaan ini penting dilakukan untuk membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan rapi. Karena itu, pelaksanannya melibatkan TNI.

"Karena memang kita butuh. Sejak awal Pak Menteri (Menteri Sosial Saifullah Yusuf) itu justru untuk mendisiplinkan dari habitat lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat itu memang butuh pembinaan. Dan sejak awal kita sudah minta sebetulnya ke TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan itu. Jadi kalau kemudian kedepan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu (sesuai) Inpres (Inpres Nomor 8 Tahun 2025)," tutur dia.

Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R Sidiharta Wisnu Graha mengatakan, pihaknya akan mengirimkan sebanyak kurang lebih 1.000 Taruna Tingkat 1 dan Tingkat 2 untuk melaksanakan pembinaan pembentukan karakter ini di 178 titik Sekolah Rakyat. "Nanti kami siapkan seribu orang, itu termasuk pengasuhnya Taruna. Jadi nanti Taruna yang kami kirim itu Tingkat 1 dan Tingkat 2.”

Hingga kini, Mabes TNI dan Kemensos masih menyiapkan skema pelaksanaan program pembinaan tersebut. Rencananya, kegiatan mulai dilakukan pada awal Agustus 2026 dalam kurun waktu satu minggu. Adapun beberapa materi yang akan diajarkan antara lain: cara menyetrika baju seragam, merapikan seprei, kerapian lemari pakaian, hingga cara menyemir sepatu. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online