Panglima TNI Perintahkan Prajurit di Libanon Masuk Bunker

3 hours ago 1

PANGLIMA Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit Indonesia di Libanon masuk ke bunker-bunker. Arahan itu dia sampaikan setelah sejumlah prajurit TNI menjadi korban di tengah serangan-serangan antara Israel dan kelompok bersenjata di Libanon Selatan.

Agus menyampaikan instruksi tersebut saat melakukan panggilan video bersama Komandan Satuan Yonmek XXIII-S/UNFIL. Pasukan tersebut adalah kontingen Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libanon atau United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saat berbicara dengan komandan TNI di Libanon, Agus berujar agar para prajurit menjaga moril mereka. "Tetap laksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker, dan tidak ada kegiatan lagi keluar, dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat. Terima kasih, semangat bertugas," kata Agus saat menelepon bawahannya di Libanon itu, dikutip dari video di media sosial pribadinya, Sabtu, 4 April 2026.

Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNFIL kemudian merespons perintah Agus. Dia mengatakan para prajurit TNI di Libanon siap melaksanakan instruksi dari Panglima. "Terima kasih atas arahannya, kami sampaikan salam Panglima kepada seluruh prajurit," kata Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNFIL.

Dalam unggahan di akun Instagram @91agussubiyanto, Agus mengatakan prioritas utama saat ini adalah memastikan prajurit di Libanon Selatan tetap aman dan terlindungi dalam menjalankan tugas. Dia juga mendoakan para prajurit TNI yang sedang bertugas.

"Semoga seluruh prajurit senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa, diberikan kekuatan dan keteguhan di setiap langkah pengabdian. Doa kami menyertai setiap langkah kalian," kata Agus dalam takarir unggahannya.

Berbagai peristiwa serangan di Libanon sebelumnya menyebabkan sejumlah prajurit TNI menjadi korban. Sejak akhir Maret 2026, tiga prajurit TNI telah tewas saat bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL. Sementara delapan prajurit lainnya terluka akibat serangan-serangan tersebut.

Saat ini, baik PBB maupun UNIFIL masih menginvestigasi asal serangan yang menewaskan prajurit Indonesia. Pada beberapa pekan terakhir, Israel diketahui pernah melakukan serangan terhadap pasukan perdamaian di Libanon Selatan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online