Pemerintah Ingatkan Pemudik soal Potensi Cuaca Ekstrem Menjelang Lebaran 2025

3 days ago 15

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau pemudik untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi jelang Lebaran 2025.  Dudy menyarankan agar masyarakat terus memperbarui info terkait kondisi cuaca sebelum mudik melalui kanal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Saya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi jelang Lebaran,” kata Dudy di Jakarta pada Selasa, 25 Maret 2025, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan.

Dudy juga meminta seluruh stakeholder transportasi di semua moda untuk mewaspadai hal serupa. Dia juga mengharapkan para pengelola dan penyelenggara transportasi untuk memperketat pengawasan, khususnya pada aspek keselamatan. “Inspeksi sarana dan prasarana dengan konsisten dan sesuai prosedur untuk memastikan keselamatan para penumpang angkutan umum,” kata Politikus Partai Amanat Nasional ini.

Seruan yang disampaikan oleh Dudy merupakan tindak lanjut info BMKG yang menyebutkan bahwa aktivitas Madden-Julian oscillation (MJO) atau badai luas di Samudra Hindia. Badai tersebut perlahan akan bergerak ke arah Indonesia dan diperkirakan akan sampai ke Pulau Jawa pada 25 – 27 Maret 2025. Dampak yang ditimbulkan biasanya adalah hujan.

Keterangan Kementerian Perhubungan menyebut bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gelombang tinggi, hingga kilat dan petir, masih mungkin terjadi dalam kondisi cuaca yang demikian. Hal ini berpotensi besar menyebabkan gangguan pada jadwal perjalanan. 

Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 terjadi pada 26-28 Maret dan puncak arus balik pada 6-7 April 2025. Jumlah pergerakan masyarakat di puncak arus mudik diperkirakan sebanyak 12,1 juta orang.

Survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan masyarakat pada musim arus mudik Lebaran 2025 mencapai 146,48 juta jiwa atau setara 52 persen dari total penduduk Indonesia.

Sebagian besar pemudik akan bepergian lewat jalur darat. Rinciannya, mobil pribadi sebanyak 33,69 juta orang (23 persen), bus sebanyak 24,76 juta orang (17 persen), dan sepeda motor sebanyak 12,74 juta orang (9 persen).

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online