Penyebab Ribuan Calon Mahasiswa Tak Daftar Ulang Menurut DPR

9 hours ago 12

WAKIL Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Lalu Hadrian Irfani mengatakan ribuan calon mahasiswa yang mengundurkan diri disebabkan berbagai faktor. Salah satunya perihal biaya uang kuliah tunggal atau UKT yang mahal.

Dia meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memperbanyak kesempatan beasiswa bagi para pelajar yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi. "Tolong afirmasi untuk calon mahasiswa yang kurang mampu diperbesar porsinya untuk menampung semua," ucap Lalu ditemui di kompleks DPR, Jakarta pada Selasa, 30 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selain itu, Lalu menilai tidak semua kampus menetapkan biaya UKT yang mahal. Dia mencontohkan di Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat, yang biaya terendah per semesternya sebesar Rp 500 ribu.

Karena itu, Lalu mengimbau kepada calon mahasiswa untuk tidak terburu-buru mengundurkan diri. "Saya imbau kepada yang belum mendaftar, yang sudah lulus di kampus negeri, daftar saja dulu nanti akan ada keluar besaran UKT," kata dia.

Selain persoalan UKT yang mahal, Lalu mengungkapkan penyebab adanya calon mahasiswa yang mengundurkan diri lantaran diterima di sekolah kedinasan, termasuk diterima di satuan TNI dan Polri. "Penyebab lainnya karena diterima di kampus bukan pilihan pertama, sehingga memilih perguruan tinggi yang lain," ucap politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok membantah total calon mahasiswa yang mengundurkan diri sebanyak 60 ribu orang. Dia berujar total tersebut merupakan akumulasi dari semua jalur penerimaan mahasiswa baru.

Eduart mengatakan, penyebab mereka tidak mendaftar ulang bervariasi. Salah satunya ketika calon mahasiswa tidak cocok dengan program studi pilihan kedua pada SNBP, kemudian mendaftar di perguruan tinggi swasta atau kelas internasional untuk program studi yang dia inginkan.

Penyebab lainnya adalah misalnya peserta lulus pilihan tiga pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Akhirnya, calon mahasiswa tersebut tidak terima dan enggan mendaftar ulang. “Apakah mungkin karena dia lulus lantas tidak ada uang?” ujarnya. 

Faktor lainnya, kata Eduart, adalah apabila peserta masuk lewat jalur KIP Kuliah, tetapi ternyata dia tidak mendapat beasiswa KIP Kuliah. Pada akhirnya, peserta tersebut urung mendaftar. Ia menjelaskan UKT jalur SNBP menyesuaikan dengan data yang diisi berdasarkan pendapatan orang tua. “Jadi kalau terbebani sebenarnya enggak,” tutur Eduart.

Adapun untuk persentase kuota KIP Kuliah, Eduart mengatakan selama ini alokasi KIP Kuliah untuk perguruan tinggi swasta 55 persen, sedangkan untuk perguruan tinggi sebesar 45 persen. 

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online