Prabowo akan Balas Kunjungan Presiden Belarus Lukashenko

6 hours ago 4

PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Belarus. Rencana itu dia sampaikan saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Jakarta pada Kamis, 2 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan apresiasi atas kunjungan Lukashenko dan delegasinya ke Indonesia. Ia pun menyampaikan niat untuk balas berkunjung ke Belarus. "Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini," kata Ketua Umum Partai Gerindra ini dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo meyakini momentum pertemuannya dengan Lukashenko akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus. Ia berharap kerja sama ini dapat membuka peluang yang lebih luas dengan hasil nyata yang bermanfaat bagi kedua negara.

Sementara Lukashenko menyampaikan, ia merasa sangat puas setelah bertemu Prabowo. "Setelah kunjungan ini, perdagangan antara kedua negara akan semakin berkembang. Namun, yang paling penting bukan sekadar perdagangan, melainkan alih teknologi," ucapnya.

Ia mengatakan Belarus memang bukan negara sebesar Indonesia, tetapi memiliki banyak hal yang dibutuhkan Indonesia. "Bukan hanya produk yang kami hasilkan, tetapi juga teknologi dan pengalaman yang dapat kami bagikan," tutur Lukashenko.

Prabowo, kata Lukashenko, telah menetapkan berbagai target ambisius bagi pembangunan Indonesia. "Belarus siap menjadi mitra dalam mewujudkannya," ucap laki-laki yang telah menjabat Presiden Belarusia sejak 1994 ini.

Lukashenko tiba di Jakarta sejak Rabu, 1 Juli 2026. Ia disambut oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pada malam harinya, Lukashenko menginap di Istana Negara, Jakarta.

Menteri Luar Negeri Sugiono berujar menginap di Istana Kepresidenan adalah keinginan Lukashenko. Ia mengatakan pemerintah Indonesia memenuhi permintaan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada sang Presiden. 

Kepala negara lain, kata Sugiono, biasanya lebih memilih menginap di hotel. "Beliau kali ini berkehendak untuk bisa (bermalam) di Istana," kata Sugiono.

Menurut Sugiono, Lukashenko awalnya direncanakan untuk menginap di Wisma Negara yang berada dalam kompleks Istana Kepresidenan. Namun, Presiden Prabowo Subianto meminta agar disiapkan tempat bermalam di Istana Negara untuk Presiden Belarus itu. "Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif di Istana," ucap politikus Partai Gerindra ini.

Ia berujar kunjungan Lukashenko merupakan kunjungan balasan atas lawatan Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025. "Kunjungan ini adalah kunjungan kedua dari Presiden Lukashenko setelah kunjungan beliau yang pertama ke Indonesia pada tahun 2013 yang lalu," tuturnya.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online