Reaksi Budisatrio Djiwandono atas Hasil Survei yang Tempatkan Gerindra di Posisi Pertama

3 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Budisatrio Djiwandono mengatakan tingginya citra positif terhadap Partai Gerindra berdasarkan sejumlah hasil survei menjadi peringatan bagi seluruh anggota partainya untuk semakin bekerja keras. Dia menuturkan, dengan kepercayaan tersebut, Partai Gerindra harus terus memiliki performa yang baik dan memberikan nilai positif terhadap pembangunan bangsa Indonesia. 

Dia menyebutkan penilaian tersebut merupakan harapan yang besar dari rakyat. “Kami sangat bersyukur bahwa ini menunjukkan kepercayaan dari rakyat Indonesia kepada Partai Gerindra. Saya rasa harapan yang begitu besar,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Januari 2025, seperti dikutip dari Antara.

Budisatrio juga menilai hasil survei tersebut sebagai sebuah kehormatan. Karena itu, kata dia, Partai Gerindra tidak boleh lengah.

Di sisi lain, menurut dia, hasil dari survei tersebut justru menjadi pengingat bahwa besarnya kepercayaan yang didapat tersebut adalah hasil dari perjuangan yang panjang. “Intinya kita harus benar-benar bekerja keras, karena PR-nya masih begitu banyak. Dan ke depan kita ingin terus berbakti bagi bangsa,” kata dia.

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, Partai Gerindra menduduki peringkat pertama di antara 8 partai politik parlemen, dengan citra positif sebesar 88,3 persen dan tingkat kepuasan sebesar 83 persen. Sedangkan PDIP yang memiliki kursi terbanyak di parlemen justru berposisi paling bawah dengan mendapatkan citra positif sebesar 56,3 persen dan tingkat kepuasan sebesar 53,1 persen.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 4-10 Januari 2025. Sebanyak 1.000 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia. Adapun tingkat kepercayaan 95 persen, toleransi kesalahan kurang lebih 3,10 persen. Pemilihan sampel dilakukan secara acak sederhana.

Adapun hasil survei dari Indikator Politik Indonesia juga menunjukkan Partai Gerindra menduduki peringkat pertama soal pilihan politik, sebesar 35,9 persen. PDIP menduduki peringkat kedua dengan dipilih oleh 13,5 persen responden.

Formappi: Dampak dari Kepuasan Publik kepada Prabowo

Menurut peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, Partai Gerindra menduduki peringkat pertama dari survei pilihan politik yang dilakukan Indikator Politik Indonesia karena dampak kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra.

Lucius menuturkan ada korelasi antara sosok Presiden Prabowo dan partai asalnya. Dia menilai Prabowo dianggap merepresentasikan Gerindra sehingga penilaian baik atasnya berbanding lurus dengan penilaian positif atas kinerja partai. “Ini persepsi yang muncul karena alasan atau pertimbangan politis semata. Belum sampai pada alasan lain terkait kinerja,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 29 Januari 2025.

Namun dia menilai tingginya tingkat keterpilihan Gerindra dalam survei yang dirilis pada Senin, 27 Januari 2025, itu masih berada pada masa awal periode pemerintahan Presiden Prabowo. Menurut dia, hal itu merupakan apresiasi awal bagi Gerindra dan Prabowo. “Nilai mereka yang tinggi memperlihatkan solidnya pendukung atau pemilih untuk mendukung Prabowo dan Gerindra pada saat ini,” tuturnya.

Karena itu, dia mengatakan tugas Gerindra dan Prabowo selanjutnya adalah menunjukkan kepada publik kinerja dan kebijakan-kebijakan yang dimunculkan harus mengacu pada kebutuhan rakyat, bukan pada keinginan Gerindra dan Prabowo saja.

Dalam survei pilihan politik yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, Partai Gerindra berada pada posisi teratas dengan dipilih oleh 35,9 persen responden. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berada di posisi kedua dengan dipilih oleh 13,5 responden. Dengan demikian, survei tersebut menyimpulkan sentimen positif terhadap Gerindra merupakan yang paling besar.

Survei Indikator: 79,3 Persen Responden Puas dengan Kinerja Prabowo

Adapun Indikator Politik Indonesia juga memaparkan hasil temuan mereka soal kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan hasil survei lembaganya menunjukkan 79,3 persen responden merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo selama 100 hari pertama dia menjabat.

“Yang mengatakan sangat puas 13,5 persen dan yang mengatakan cukup puas 65,8 persen. Jadi total ada 79,3 persen (masyarakat puas),” kata Burhanuddin dalam rilis survei secara daring pada Senin, 27 Januari 2025.

Burhanuddin menjelaskan temuan lembaga survei pimpinannya tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas beberapa waktu lalu. Dalam hasil survei tersebut, Prabowo mencatat kepuasan dari responden sebesar 80,9 persen; dan hanya 19,1 persen yang menyatakan tidak puas. “Sedikit lebih rendah dari (hasil survei) Kompas, tetapi secara statistik tidak berbeda antara temuan Kompas dengan temuan Indikator Politik Indonesia,” ujarnya.

Hasil temuan ini, kata Burhanuddin, menjadi modal politik yang besar bagi Prabowo menjalankan sisa masa kepemimpinannya. Dia menilai kepuasan masyarakat yang cukup tinggi tersebut menunjukkan masa bulan madu Prabowo masih terus berlangsung, berbeda dengan dua presiden sebelumnya yang memiliki masa bulan madu cukup singkat. “Sejauh ini, belum ada indikasi masa bulan madu politik antara masyarakat dengan Presiden Prabowo berakhir lebih cepat,” ujarnya.

Kepuasan publik kepada Prabowo, menurut dia, disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari sikap Prabowo yang dinilai tegas dan berani, kinerja pemberantasan korupsi, hingga realisasi program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Burhanuddin juga menjelaskan temuannya ini merupakan hasil dari survei opini publik secara keseluruhan tanpa memandang tingkat pendidikan atau keahlian mereka untuk melakukan penilaian. Sehingga, kata dia, metode ini akan memberikan hasil yang berbeda dengan metode survei opini ahli atau expert judgment. “(Survei) ini potret opini publik, silakan kalau mau melengkapi dari kalangan ahli, NGO, jurnalis untuk memberikan penilaian atas kinerja pemerintah,” kata dia.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 16-21 Januari 2025. Metode penarikan sampel adalah multistage random sampling, dengan jumlah responden 1.220 orang. Survei ini memiliki toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Vedro Imanuel Girsang dan Antara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan editor: Kejagung, KKP, dan Kemendagri Kompak Selidiki Kasus Pagar Laut Tangerang

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online