Said Iqbal Ingat Prabowo Ingin Biaya Kuliah Gratis

9 hours ago 2

PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengingat obrolan antara anggota KSPI dengan Prabowo Subianto sepuluh atau lima belas tahun lalu di kediaman sang presiden di Hambalang, Jawa Barat. Kata dia, Prabowo ingin menggratiskan biaya kuliah negeri D3 dan S1. 

"Kalau diingat dalam diskusi 10-15 tahun yang lalu, Prabowo menginginkan D3 dan S1 itu di kampus-kampus negeri itu gratis," kata dia dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2026 dipantau YouTube KSPI.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh ini mengaku KSPI sudah lama mendukung Presiden Prabowo Subianto. KSPI, kata dia, sudah mendukung Prabowo sejak Pilpres 2014.

Selain menggratiskan kuliah, Said mengingat Prabowo ingin APBN digunakan untuk memberi makan anak buruh hingga petani. "Daripada dikorupsi, saya (Prabowo) kasih anak-anak dalam bentuk makan. Daripada dikorupsi, saya (Prabowo) kasih orang-orang untuk mendapatkan pendidikan gratis sampai D3 dan S1," kata dia. 

Prabowo saat ini memiliki program makan bergizi gratis. Bagi Said, kebijakan negara memberi makan kepada anak-anak tidak bisa ditolak. "Meski ingin dikoreksi sekarang tentang anggaran. Engga mungkin kami menolak," kata dia. 

Said mengatakan Prabowo juga berupaya meningkatkan upah gaji honorer. Secara bertahap janji itu sedang dilakukan. 

Dia pun menyadari ada pro dan kontra terhadap kebijakan Prabowo. Meski begitu, dia mengatakan demonstrasi tetap harus dihormati. 

Dia pun mengajak anggota Rakernas KSPI untuk mendukung Presiden Prabowo. Dia mengajak Kongres KSPI tahun depan menegaskan sikap tetap bersama Presiden Prabowo. "Nanti tahun depan di kongres, kami akan tetap bersama presiden Prabowo," kata dia. 

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Dalam keterangannya usai pelantikan pada Senin, 8 Juni 2026 di Istana Negara, Jakarta, Said Iqbal menyampaikan bahwa dirinya akan segera memberikan laporan dan menyampaikan pandangan terkait kesejahteraan buruh kepada Presiden.

“Beberapa hal yang mungkin nanti, karena saya kan langsung memberikan laporan ke Bapak Presiden melalui koordinasi dengan Pak Mensesneg,” ucap Said Iqbal.

Sejumlah hal yang akan dilaporkan kepada Presiden salah satunya berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Menurutnya, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata.

“Dalam pandangan kami, pertumbuhan itu harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata, kesetaraan kesempatan, setiap orang punya kesempatan. Kalau bahasa kami yang sederhana, kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami,” kata Presiden Partai Buruh itu.

Sementara itu terkait kesejahteraan buruh, Said Iqbal memandang bahwa ke depan kesejahteraan buruh meliputi kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial. Pandangan-pandangan tersebut, kata Said Iqbal, akan disampaikan kepada Presiden untuk menjadi bahan pertimbangan dalam analisa kebijakan.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online