PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 8 April 2026. Ketua Umum Partai Gerindra ini membuka pidatonya dalam acara bertajuk rapat kerja itu dengan membahas klaim-klaim prestasi pemerintahannya.
Di hadapan para pembantunya, Prabowo membahas capaian pemerintahan yang saat ini sudah hampir 1 tahun 6 bulan bertugas. "Di tahun pertama kita, tidak dapat dipungkiri kita telah mencapai tonggak-tonggak prestasi yang nyata," kata Prabowo.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dia menilai pemerintahannya mencapai keberhasilan di tengah keadaan dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan konflik. Peperangan di berbagai wilayah, Prabowo berujar, telah mengakibatkan goncangan terhadap stabilitas dunia.
Prabowo mengundang seluruh pejabat level menteri dan wakil menteri, kepala dan wakil kepala badan, hingga para pejabat eselon satu dan direktur BUMN. Ratusan pejabat tersebut datang ke Istana Kepresidenan pada Rabu siang kemarin. Berikut sederet isi taklimat Prabowo yang berbicara hampir 60 menit dari atas podium.
Ada Kelompok Masyarakat yang Tidak Mau Kerja Sama
Mantan Menteri Pertahanan menyoroti kelompok masyarakat di Indonesia yang dia nilai tidak mau diajak bekerja sama. Prabowo mengibaratkan mereka seperti orang-orang yang tidak mau gotong royong membangun jembatan di desa.
“Ada satu fenomena yang kita rasakan bersama, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga, keluarga besar NKRI juga, yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama," kata dia.
Kendati begitu, Prabowo berujar tidak memiliki masalah dengan kondisi demikian. Akan tetapi ia merasa heran dengan adanya orang-orang yang mengkritik pembangunan jembatan saat mereka tidak mau ikut serta. Apalagi, kata dia, kritik itu disampaikan dengan kata-kata kasar.
"Kamu, goblok kamu. Kayunya salah, jangan di situ. Pakunya salah, harus di sini. Rantainya salah," kata Prabowo mencontohkan para pengkritik.
Sikap terus-terusan mengkritik, Prabowo menilai, tidak akan membuat jembatan tersebut selesai dibangun. Maka dari itu, Prabowo merasa orang-orang yang ingin ikut serta membangun jembatan tidak boleh grogi menghadapinya.
Tidak Masalah Pemakzulan
Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini menyatakan tidak masalah dengan wacana impeachment atau pemakzulan presiden. Namun, kata dia, mekanismenya harus sesuai dengan prosedur demokrasi di Indonesia.
Awalnya ia membahas soal konsensus di Indonesia yang memilih demokrasi sebagai sistem bernegara. Prabowo mengatakan kesepakatan berdemokrasi sudah dicapai sejak era para pendiri bangsa.
"Jadi, saudara-saudara, kondisi seperti ini kita selalu berpegang teguh kepada konsensus-konsensus besar. Kita telah memilih bernegara secara demokrasi,” kata Prabowo.
Dalam sistem demokrasi, dia mengatakan, pemerintah yang dinilai tidak baik bisa diganti. Caranya melalui mekanisme yang baik dan damai lewat pemilihan umum. Selain itu, mekanisme lainnya untuk mengganti pemerintahan dalam demokrasi adalah lewat pemakzulan. "Bisa juga melalui impeachment, tidak ada masalah. Tapi impeachment ya melalui saluran," tuturnya.
Dalam mekanisme pemakzulan, Prabowo berujar berbagai cabang kekuasaan harus terlibat. Di antaranya lewat pengujian di Mahkamah Konstitusi, persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat, dan pengambilan keputusan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Prabowo menyoroti beberapa presiden Indonesia telah turun melalui mekanisme pemakzulan. Di antaranya Presiden Pertama Soekarno dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Prabowo juga menyebut Presiden ke-2 Soeharto, yang mengundurkan diri setelah rangkaian demonstrasi pada 1998, turun dari jabatannya dengan damai.
Indonesia Termasuk Aman kalau Ada Perang Dunia III
Prabowo mengatakan Indonesia termasuk salah satu negara paling aman apabila perang dunia III terjadi sebab ia menilai kondisi Indonesia lebih baik dari kebanyakan negara lain. "Sekarang kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan dirinya tidak percaya bahwa kondisi Indonesia saat ini gelap. Narasi "Indonesia Gelap" pernah menjadi tajuk salah satu demonstrasi yang memprotes kebijakan pemerintahan Prabowo pada awal 2025.
Prabowo memberi contoh yang dia nilai menunjukkan keamanan di Indonesia. Di Bali, kata dia, ada banyak warga negara Rusia dan Ukraina saat kedua negara tersebut tengah berperang. Menurut Prabowo, perang saat ini terjadi di mana-mana. "Bagi saya, Indonesia gelap enggak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” ucap dia.
Prabowo menyoroti perang yang juga terjadi di kawasan Timur Tengah. Prabowo mempertanyakan ke mana uang serta modal yang berada di Timur Tengah akan berpindah di tengah kondisi tersebut. Ia melihat kondisi itu sebagai peluang bagi Indonesia yang tidak mengalami perang. Indonesia, kata dia, salah satu tujuan investasi yang paling diminati.
Krtik Keras Kepala
Kepala Negara menyebut bangsa Iran sebagai bangsa yang keras kepala. Prabowo menyampaikan pandangannya itu setelah Iran menghadapi gempuran Amerika Serikat dan Israel selama hampir enam pekan sejak akhir Februari 2026.
Namun ia awalnya membahas berbagai kritik terhadap dirinya, yang salah satunya menuding dia keras kepala. “Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan," ujar Prabowo.
Prabowo lalu mencontohkan bangsa Iran yang dia nilai juga keras kepala. "Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala," tuturnya.
Menurut Prabowo, bangsa Iran keras kepala meski kerap mendapat ancaman. "Bolak-balik diancam, mau dihabisin. (Tapi) saya tidak ikut (campur) politik dalam negeri orang lain," kata dia.
Prabowo kemudian menyampaikan bahwa sikap keras kepala terkadang dibutuhkan bagi sebuah bangsa. Dia membandingkannya dengan pendirian para pendiri bangsa Indonesia.
"Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala, lebih baik mati daripada dijajah kembali. Keras kepala tidak mau kita dijajah kembali. Pemimpin-pemimpin kita keras kepala. Merah putih harga mati. Enggak ada itu urusan," kata Prabowo.
.png)
















































