Tiga Calon Manajer Wafat, Istana: Koperasi Desa Berlanjut

9 hours ago 6

WAKIL Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menegaskan program Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih tetap berlanjut meski ada calon manajer koperasi yang meninggal saat mengikuti pelatihan militer dasar komando cadangan. Meski begitu, Juri memastikan ada upaya mitigasi dan evaluasi program setelah insiden tersebut.

“Mitigasinya tentu berbeda antara program Koperasi Merah Putih-nya, kemudian penyediaan sumber daya untuk mengelola itu, dan hal terkait dengan peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu. Ya, akan ditangani sebaik-baiknya," kata Juri di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Juri mengatakan, yang terjadi dalam proses penyiapan sumber daya untuk Koperasi Merah Putih maupun Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih harus dipisahkan dengan kelanjutan program. Ia sekaligus menekankan bahwa program pemerintah itu tak akan disetop.

"Dan tentu dipisahkan dari kegiatan atau kelanjutan dari program ini. Jadi program Koperasi Merah Putih tentu tetap berlanjut,” katanya.

Sampai saat ini Kementerian Pertahanan merilis sebanyak tiga calon manajer Koperasi Merah Putih dan Koperasi Kampung Neyalan Merah Putih yang meninggal saat mengikuti pelatihan militer dasar komponen cadangan. Ketiganya bernama Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Novita mengikuti pelatihan militer dasar komando cadangan di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Jakarta. Anisa mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Resimen Induk Komando Daerah Militer Mulawarman Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedangkan Yonanda mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Pelatihan militer dasar bagi 35.000 lebih calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih berlangsung selama 45 hari, yang dimulai pada 17 Juni 2026. Sebanyak 35.476 calon manajer koperasi yang mengikuti pelatihan tersebut. 

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan, sebelum mengikuti program pelatihan, semua peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan. 

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 

Pilihan Editor: Dua Calon Manajer Koperasi Wafat Saat Pelatihan Militer

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online