loading...
RPN meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan melalui Pelatihan Petani Sawit Kelas Teknik Panen dan Pascapanen dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan melalui Pelatihan Petani Sawit Kelas Teknik Panen dan Pascapanen dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 guna mendorong produktivitas dan kualitas hasil perkebunan sawit rakyat.
Pelatihan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) itu difokuskan pada penerapan teknik panen dan penanganan pascapanen yang tepat untuk menekan kehilangan hasil (losses), meningkatkan rendemen minyak sawit, serta memperkuat daya saing pekebun.
Kepala Bagian Usaha Hulu Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT RPN Fandi Hidayat mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pekebun agar mampu menerapkan teknik panen dan pascapanen sesuai standar di lapangan.
"Melalui pelatihan ini diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mampu menerapkan praktik yang tepat di lapangan sehingga produktivitas, mutu hasil, dan efisiensi usaha perkebunan dapat terus meningkat," kata Fandi dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Pelatihan yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan, pada 20–25 Juli 2026 itu diikuti 133 peserta yang terdiri atas pekebun, penyuluh, dan aparatur sipil negara (ASN) dari Kabupaten Muara Enim. Peserta berasal dari empat koperasi pekebun, didampingi empat penyuluh Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim serta dua perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut Fandi, produktivitas kebun sawit tidak hanya bergantung pada penggunaan benih unggul dan pemupukan, tetapi juga ditentukan oleh ketepatan teknik panen dan penanganan tandan buah segar (TBS). Kesalahan dalam menentukan tingkat kematangan buah, tidak mengutip brondolan, maupun penanganan TBS yang tidak sesuai standar dapat menurunkan kualitas hasil dan rendemen minyak sawit. Karena itu, peserta diharapkan menerapkan ilmu yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada pekebun lainnya.
.png)

















































