TNI Akan Tambah Prajurit di Yakuhimo Pascapenembakan Pilot

15 hours ago 9

TENTARA Nasional Indonesia atau TNI akan menambah aparat pertahanan di sejumlah titik yang dinilai rawan di Papua. Penambahan jumlah prajurit tersebut dilakukan menyusul insiden penembakan pilot dan pembakaran pesawat milik maskapai AMA di Balinggaman, Distrik Sobaham, Yahukimo, Papua. Kamis, 2 Juli 2026.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letnan Jenderal Lucky Avianto mengatakan, selama ini pos aparat pengamanan di sana masih terbatas, termasuk di lokasi insiden penembakan terjadi. “Memang benar di Balinggaman yang menjadi tempat kejadian perkara penembakan pilot Nicholas Gosselin tidak ada pos pengamanan,” kata dia, dilansir Antara pada Minggu, 5 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Lucky, pos aparat keamanan terdekat dari lokasi kejadian berada di jarak sekitar 40 kilometer dengan kondisi medan pegunungan. Lucky berujar kondisi tersebut mirip dengan yang terjadi pada penyerangan terhadap pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada 12 Februari lalu. Insiden tersebut menewaskan dua kru pesawat. 

Atas dasar itu, kata Lucky, TNI akan mengevaluasi wilayah-wilayah mana saja yang membutuhkan penambahan pos keamanan, khususnya di kawasan yang menjadi pelayanan penerbangan perintis. Lucky mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Uskup Jayapura Yanuarius You. “Mungkin kami bisa berkolaborasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah membutuhkan penambahan dan penebalan aparat,” kata dia. 

Sebelumnya, pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, tewas ditembak oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM. Nicholas ditembak ketika membawa pesawat milik PT AMA di kawasan Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026.

Juru bicara markas pusat TPNPB Sebby Sambom mengatakan penembakan pilot berpaspor Amerika Serikat dan pembakaran dilakukan oleh milisi TPNPB Kodap XVI Yahukimo pimpinan Elkius Kobak. Pesawat yang diawaki Nicholas dieksekusi karena diduga membawa logistik pasukan TNI di Papua. 

"Kami tembak sebagai ultimatum agar tidak ada lagi maskapai Indonesia yang terbang di tanah Papua," kata Sambom dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Dia menjelaskan, 36 komando daerah pertahanan (Kodap) TPNPB telah menerbitkan larangan terbang di masing-masing wilayah kepada seluruh maskapai yang beroperasi di Papua. Larangan tersebut sebagai antisipasi TPNPB terhadap pengiriman prajurit TNI non-organik ke Papua.

Menurut Sambom, selama ini maskapai-maskapai Indonesia yang beroperasi, termasuk pesawat milik PT AMA yang dibakar di Yahukimo, acapkali digunakan untuk mengangkut personel atau logistik TNI ke titik-titik pedalaman Papua. "Mereka bawa TNI, kirim logistik dan senjata untuk jalankan operasi militer yang menyengsarakan orang Papua. Kami melarang itu," ujar dia.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online