INFO TEMPO – Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) membuka rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional ke-18 di Kota Medan, pada Rabu, 1 Juli 2026.
Dalam agenda tersebut, Youth City Changers (YCC) menjadi platform vital untuk mendengarkan, melibatkan, dan mengintegrasikan aspirasi serta ide-ide inovatif kaum muda. Para pemuda diajak berkolaborasi dan menjadi pemimpin dalam membangun kota yang tangguh dan berdaya saing.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
YCC pun mendorong generasi muda untuk adaptif, peduli, dan siap menjadi solusi atas tantangan perkotaan di masa depan, dengan mengimplementasikan tiga pilar utama membangun kota yaitu mitigasi dan penanganan pasca-bencana yang terintegrasi, semangat gotong royong, serta peran aktif dari para relawan dan generasi muda.
Wali Kota Bontang, Meni Moerniani yang juga hadir dalam agenda tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bontang mendorong generasi muda untuk menjadi solusi dari tantangan perkotaan. Salah satunya dengan meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
"Kalau peran anak muda di Bontang, ya, Alhamdulillah. Pertama kalau kita bicara literasi, indeks pembangunan literasi, tertinggi di Kalimantan Timur. Alhamdulillah-lah, ya, sebagai kota yang baru mekar, baru berotonomi daerah," kata Neni Moerniaeni.
Diketahui, IPLM Kota Bontang mencapai angka 82,05, menempatkan Bontang di peringkat keempat secara nasional untuk kategori kabupaten dan kota. Untuk Tingkat Gemar Membaca (TGM), skor Kota Bontang berada pada rentang 71,04 hingga 71,40, mengungguli kota besar lainnya di wilayah Kalimantan Timur seperti Balikpapan dan Samarinda. Capaian ini didorong kuatnya sinergi pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi sejak usia dini.
Pada Tes Kemampuan Akademik (TKA), lanjut Neni, Kota Bontang menjadi yabg tertinggi dan terbanyak se-Kalimantan Timur, di atas rata-rata nasional untuk SD dan SMP. “Prestasi para pemuda-pemuda juga Alhamdulillah. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) nasional 2026 dari Bontang, dari Provinsi Kalimantan Timur wakilnya juga dari Bontang,” katanya.
Di bawah kepemimpinan Neni, Kota Bontang meraih peringkat Terbaik 1 berkat keberhasilan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran. Anak-anak muda Bontang juga aktif menorehkan prestas, salah satubya dengan capaian Juara 1 GenRe Award Kalimantan Timur dan Juara 2 Nasional untuk kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) Be Healthy.
Pemerintah kota pun aktif mendorong generasi muda untuk unjuk gigi melalui lokakarya pembuatan film bagi pelajar agar sineas muda mampu mengangkat budaya, cerita, dan keunikan lokal Bontang ke kancah nasional. Neni pun diakui secara nasional atas kontribusi nyata dan dedikasinya membina remaja masjid serta memajukan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan.
"Banyak inovasi-inovasi yang dilakukan, teknologi tepat guna dan lain sebagainya. Pemuda-pemuda kami prestasinya, Alhamdulillah, ya," kata Neni. (*)
.png)








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746528/original/013133300_1778645752-foto_media__78__2.jpg)


