Bitcoin Bertahan US$78K usai Peringatan Inflasi Warsh, 31 Agustus 2026

13 hours ago 5

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin bertahan di kisaran US$78 ribu pada akhir Agustus 2026, meski pasar keuangan global tengah dilanda gejolak usai Ketua The Fed Kevin Warsh melontarkan peringatan keras soal inflasi yang masih membandel. Pernyataan Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole, Jumat (28/8), langsung memicu lonjakan imbal hasil (yield) obligasi Treasury bertenor 2 tahun, sekaligus membuat pelaku pasar merevisi ulang ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed jelang pertemuan FOMC bulan September mendatang.

Peringatan Inflasi Warsh Jadi Sorotan di Jackson Hole

Dalam pidatonya, Warsh menyoroti bahwa inflasi masih jauh dari target dua persen yang ditetapkan The Fed. Ia memaparkan bahwa indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) tercatat naik 3,7% secara tahunan dan 4,1% secara enam bulanan yang disetahunkan, sementara tingkat pengangguran tetap rendah di angka 4,1%. Menurutnya, kombinasi inflasi yang persisten dan pasar tenaga kerja yang masih ketat membuat bank sentral perlu memastikan tren disinflasi benar-benar berlanjut sebelum mengambil sikap kebijakan yang lebih longgar.

Data yang dipaparkan Warsh turut menunjukkan bahwa 54% komponen dalam keranjang PCE mengalami kenaikan harga di atas 3% secara tahunan, sementara 49% komponen naik lebih dari 3% dalam basis enam bulanan yang disetahunkan. Meski proporsi ini sudah menyusut dibandingkan puncak pasca pandemi yang sempat mencapai 77%, angka tersebut masih jauh di atas rata-rata pra-pandemi sebesar 32%, sehingga Warsh menilai The Fed belum bisa lengah terhadap risiko inflasi yang membandel.

Yield Treasury 2-Tahun Melesat, Ekspektasi Rate Hike Naik

Pernyataan hawkish tersebut langsung direspons pasar obligasi. Imbal hasil Treasury bertenor 2 tahun, yang paling sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed, melonjak ke sekitar 4,36%, menembus rata-rata pergerakan 50 periode di level 4,225% dan mendekati level tertinggi akhir Juli. Indikator Relative Strength Index (RSI) pada yield tersebut bahkan sempat menyentuh 79, menandakan kondisi jenuh beli (overbought).

Pasar pun mulai memperhitungkan ulang peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC September. Menurut Reuters, probabilitas rate hike melonjak dari sekitar 35% menjadi 60% usai pidato Warsh. Data terpisah dari CME FedWatch yang dikutip Coinotag turut menunjukkan pergeseran serupa, dengan peluang kenaikan suku bunga naik ke 57,5% dari sebelumnya 35,4% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Gedung The Fed melambangkan kebijakan suku bunga yang memengaruhi pasar BitcoinKebijakan The Fed menjadi salah satu faktor makro utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin. Sumber: kelly via Pexels / Pexels License

Baca juga: “The Fed Tahan Suku Bunga 30 Juli 2026, Usai Warsh Bersaksi di Kongres

Bitcoin Bertahan di US$78 Ribu di Tengah Tekanan Yield

Kenaikan yield jangka pendek biasanya menjadi tantangan bagi aset berisiko seperti Bitcoin, karena instrumen surat utang pemerintah yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi kerap menjadi alternatif investasi yang lebih menarik. Meski demikian, Bitcoin (BTC) masih mampu bertahan di kisaran US$78.231, tepat di atas level exponential moving average (EMA) 50 periode di sekitar US$77.095. Indikator RSI Bitcoin berada di level 49,7, mengindikasikan momentum pasar yang cenderung netral pasca aksi jual beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, Bitcoin sempat mencoba merebut kembali level psikologis US$80.000 dan bahkan sempat menyentuh US$81.280, sebelum akhirnya tergelincir turun saat sesi perdagangan Asia. Tekanan jual sempat memicu likuidasi posisi leverage senilai lebih dari US$488 juta di pasar kripto secara keseluruhan, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari perkiraan.

Arus Masuk ETF Bitcoin Jadi Penopang di Tengah Gejolak

Di tengah tekanan yield yang meningkat, permintaan institusional terhadap Bitcoin melalui produk Exchange-Traded Fund (ETF) spot AS justru menunjukkan ketahanan. Sepanjang empat sesi perdagangan pada 24-27 Agustus 2026, ETF Bitcoin spot mencatatkan arus masuk bersih lebih dari US$1,1 miliar, dengan IBIT milik BlackRock menyumbang sekitar 86% dari total arus masuk tersebut, atau setara US$971,7 juta.

Simbol Federal Reserve pada mata uang menggambarkan dampak kebijakan suku bunga ke BitcoinSimbol Federal Reserve pada mata uang mencerminkan keterkaitan kebijakan moneter dengan pasar aset digital. Sumber: daothan via Pexels / Pexels License

Arus masuk yang terkonsentrasi pada satu produk ini mengindikasikan bahwa permintaan institusional masih solid, meski belum cukup untuk sepenuhnya meredam volatilitas harga jangka pendek. Selain arus ETF, Departemen Keuangan AS juga dilaporkan menaikkan batas maksimum operasi buyback likuiditas dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar per operasi untuk periode 9 September hingga 4 November, mencakup tenor obligasi 10 hingga 30 tahun. Langkah ini berpotensi memberikan bantalan likuiditas tambahan bagi pasar obligasi di tengah gejolak yield saat ini.

Baca juga: “FOMC 28-29 Juli 2026: Suku Bunga Ditahan, Bitcoin Tunggu Sinyal Warsh?

Yang Perlu Dicermati Investor Kripto ke Depan

Pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi AS berikutnya serta nada pernyataan pejabat The Fed lainnya menjelang pertemuan FOMC pada September 2026. Jika data inflasi lanjutan kembali menunjukkan tren yang membandel, ekspektasi rate hike berpotensi semakin menguat dan menambah tekanan pada aset berisiko termasuk Bitcoin.

Di sisi lain, ketahanan arus masuk ETF serta level support teknikal Bitcoin di kisaran US$77.000 hingga US$78.000 menjadi indikator penting yang layak dipantau. Selama level tersebut mampu dipertahankan, sebagian analis menilai koreksi yang terjadi masih tergolong wajar dalam siklus pasar yang lebih luas, meski volatilitas dalam jangka pendek tetap perlu diwaspadai oleh investor kripto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online