Willy Woo Sebut Siklus 4 Tahun Bitcoin Bisa Bergeser ke Ritme TradFi

2 days ago 19

Jakarta, Pintu News – Analis on-chain Willy Woo melontarkan wacana yang cukup mengejutkan bagi komunitas crypto. Lewat unggahan di platform X pada 3 September 2026, salah satu pendiri Hypersheet ini menyebut bahwa siklus 4 tahun Bitcoin yang selama ini identik dengan pola halving berpotensi tidak lagi relevan.

Menurutnya, Bitcoin bisa saja sedang bertransisi menuju ritme pasar yang lebih panjang, yakni sekitar 6 hingga 8 tahun, mengikuti pola siklus kredit dan likuiditas yang lazim ditemukan di pasar keuangan konvensional atau TradFi.

Apa Itu Siklus 4 Tahun Bitcoin dan Mengapa Penting

Sejak awal kemunculannya, pergerakan harga Bitcoin kerap dijelaskan lewat kerangka siklus 4 tahun yang berpusat pada peristiwa halving, yaitu pemangkasan separuh imbalan blok bagi penambang setiap kurang lebih empat tahun sekali.

Logikanya sederhana, pasokan Bitcoin baru yang beredar ke pasar berkurang drastis setiap kali halving terjadi, sementara permintaan relatif stabil atau meningkat, sehingga tercipta tekanan kenaikan harga dalam periode tertentu setelah peristiwa tersebut.

Pola ini terbukti berulang pada siklus 2012, 2016, dan 2020, di mana harga Bitcoin cenderung mencapai puncak baru sekitar 12 hingga 18 bulan pasca-halving, sebelum memasuki fase koreksi tajam.

Kerangka berpikir semacam ini kemudian menjadi semacam kompas bagi banyak investor ritel maupun institusional untuk memperkirakan momentum masuk dan keluar pasar, sehingga wajar jika setiap sinyal yang mempertanyakan validitasnya langsung menyita perhatian luas.

Baca juga: “Bitcoin Halving & Market Cycle: Panduan Lengkap Memahami Siklus Bitcoin

Argumen Willy Woo: Menuju Ritme TradFi 6-8 Tahun

BTC MOVES TO A 6-8 YEAR CYCLE?

BTC has been locked into the gravity of a 4 year orbit… it was subject to strong internal forces of its halvening… a clockwork 4yr supply rate shock.

Meanwhile TradFi is on a 6-8 year short term debt cycle.

Given BTC's internal forces are de…

— Willy Woo (@willywoo) September 3, 2026

Dalam unggahannya, Woo menjelaskan bahwa Bitcoin selama ini “terkunci dalam gravitasi orbit 4 tahun” karena kuatnya gaya internal dari mekanisme halving, semacam guncangan pasokan yang bekerja seperti jam mekanik setiap empat tahun.

Namun ia menilai gaya internal tersebut kini sudah jauh berkurang kekuatannya. Tingkat inflasi pasokan Bitcoin tahunan saat ini berada di kisaran 0,8 persen setelah halving April 2024, dan diperkirakan akan turun lagi menjadi sekitar 0,4 persen setelah halving berikutnya pada 2028.

Sebagai perbandingan, Woo menyoroti bahwa penambangan emas fisik global masih menambah sekitar 1,7 persen pasokan setiap tahun, yang berarti secara proporsional pasokan baru Bitcoin sudah lebih “ketat” dibanding emas.

Ia berargumen bahwa ketika guncangan pasokan menjadi terlalu kecil untuk disebut signifikan, maka faktor lain seperti arus modal institusional dan siklus likuiditas makro yang biasanya bergerak dalam rentang 6 sampai 8 tahun, sejalan dengan konsep siklus kredit Juglar di ekonomi konvensional, berpotensi mengambil alih peran sebagai penggerak utama harga.

Faktor lain yang turut memperkuat argumen ini adalah kehadiran instrumen institusional seperti ETF spot Bitcoin serta kepemilikan korporasi dalam bentuk treasury, yang tidak ada pada siklus-siklus sebelumnya. Data yang beredar menunjukkan entitas publik dan produk investasi berbasis Bitcoin kini menguasai jumlah koin yang jauh melampaui total pasokan baru yang dihasilkan penambang setiap tahun, sebuah rasio yang disebut semakin melebar seiring waktu.

Koin Bitcoin emas dengan latar belakang layar digital merepresentasikan adopsi institusional BitcoinIlustrasi koin Bitcoin dan adopsi institusional. Sumber: Andre Francois McKenzie via Unsplash / Unsplash License

Skeptisisme dan Bantahan Sejumlah Analis

Meski argumen Woo cukup terstruktur, tidak sedikit pihak yang meragukan kesimpulannya. Sejumlah analis on-chain menilai jumlah siklus Bitcoin yang telah selesai secara penuh masih terlalu sedikit, hanya empat kali sejak 2013, sehingga terlalu dini untuk memastikan adanya pola baru berdurasi 6 hingga 8 tahun. Riset Galaxy Research pada Juni 2026 misalnya mencatat bahwa pola siklus 4 tahun “masih terlihat” meski amplitudonya mulai mengecil, sementara tinjauan pertengahan tahun dari 21Shares menyimpulkan bahwa pola tersebut “berevolusi, bukan sepenuhnya rusak”.

Fidelity Digital Assets turut menyoroti bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin yang jauh lebih besar dan basis investor institusional yang lebih luas memang bisa mengubah karakter siklus, namun kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan pola siklikal itu sendiri. Bahkan menariknya, Woo sendiri sempat membela validitas siklus 4 tahun pada Januari 2026, sebelum akhirnya mengangkat wacana pergeseran ke ritme TradFi pada September 2026, yang menunjukkan bahwa pandangan di kalangan analis on-chain masih terus berkembang dan belum menemukan konsensus tunggal.

Baca juga: “Sinyal TradFi Ini Bisa Tentukan Arah Bitcoin (BTC) di 2026, Ini Kata Analis!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online