Prediksi Bitcoin: Analis Sebut Harga Dasar $100.000 Segera Tercapai!

2 days ago 18

Jakarta, Pintu News – Sejumlah analis crypto kembali menyoroti kemungkinan Bitcoin membentuk lantai harga baru di kisaran $100.000. Pandangan ini muncul setelah harga Bitcoin menunjukkan pola koreksi yang jauh lebih ringan dibandingkan siklus sebelumnya, meski aset kripto terbesar itu saat ini masih diperdagangkan di kisaran pertengahan $70.000-an, jauh di bawah level psikologis enam digit tersebut.

Pola Dip yang Mengecil Jadi Sinyal Utama

Salah satu suara yang paling menonjol datang dari Joe Carlasare, pengacara litigasi sekaligus penulis buku “Unconfiscatable” yang dikenal aktif membahas Bitcoin. Menurutnya, Bitcoin sempat turun ke bawah $60.000 dalam siklus terakhir, namun penurunan itu hanya bertahan sekitar 72 jam sebelum harga kembali pulih. Bagi Carlasare, durasi koreksi yang singkat ini menjadi bukti bahwa jumlah investor yang bersedia melepas Bitcoin di harga rendah semakin menyusut.

Carlasare menyebut fenomena ini didorong oleh dominasi pemegang jangka panjang atau yang biasa disebut “diamond hands”, yaitu investor yang menahan asetnya meski harga bergejolak. Semakin sedikit pihak yang menjual saat harga turun, semakin cepat pula pemulihan terjadi, sehingga secara bertahap mengangkat lantai harga Bitcoin ke level yang lebih tinggi. Ia juga mencatat bahwa reli Bitcoin belakangan ini tidak sampai mengalami euforia berlebihan seperti pada siklus sebelumnya, sehingga risiko koreksi tajam sebesar 70 hingga 80 persen yang biasa terjadi usai puncak harga dinilai lebih kecil kemungkinannya.

Jika pola ini konsisten, Carlasare memperkirakan level $100.000 akan menjadi lantai harga berikutnya, sebelum Bitcoin berpotensi bergerak menuju kelipatan yang lebih tinggi seperti $200.000 hingga $500.000 dalam siklus jangka panjang. Meski demikian, proyeksi semacam ini tetap bersifat spekulatif dan sangat bergantung pada kondisi likuiditas pasar global ke depan.

Level Resistensi Kunci Sebelum Bitcoin Bisa Uji $100.000

Dari sisi analisis teknikal, pandangan senada disampaikan analis crypto Ali Martinez. Ia menilai Bitcoin kemungkinan masih perlu melalui satu kali penurunan lagi sebelum benar-benar mendekati level $100.000. Martinez menyoroti zona resistensi di kisaran $83.300 hingga $84.600 sebagai titik krusial yang berpotensi memicu aksi ambil untung dari trader jangka pendek.

3/7 URPD data highlights a major resistance zone between $83,307 and $84,569, where nearly 975,000 BTC were previously acquired.

This concentration of supply could make the area difficult to clear on the first attempt. pic.twitter.com/70Qm7lDCYo

— Ali Charts (@alicharts) August 27, 2026

Menurut Martinez, apabila Bitcoin berhasil menembus zona resistensi tersebut secara meyakinkan, target berikutnya berada di sekitar $90.880, lalu $100.000, dan berpotensi berlanjut ke $104.765. Namun jika resistensi itu justru memicu penolakan, area support di kisaran $77.000 hingga $78.000 disebut sebagai zona yang perlu dijaga agar struktur bullish jangka menengah tetap utuh.

Analisis Martinez turut mempertimbangkan margin keuntungan on-chain para trader yang berada di kisaran 25 persen, sebuah level yang secara historis kerap mendahului aksi profit taking. Ditambah dengan aktivitas whale yang tercatat merealisasikan keuntungan dalam jumlah signifikan, ia menilai wajar apabila pasar mengalami jeda sebelum melanjutkan tren naik.

Baca juga: “Harga Bitcoin Hari Ini (21/8/26) Melonjak di $71.900, Analis Prediksi Tembus $100.000

Konsolidasi di Bawah $83.000 Dinilai Sehat untuk Reli Lanjutan

Riset dari sejumlah desk crypto turut menyoroti pentingnya fase konsolidasi saat ini. Berdasarkan catatan CoinDesk, Bitcoin sempat menguji level $80.000 usai mencatat kenaikan bulanan hingga 27 persen, dengan kisaran perdagangan bergerak di antara $74.000 dan $81.000. Analis menilai rentang $75.000 hingga $83.000 merupakan zona konsolidasi yang sehat sebagai fondasi sebelum Bitcoin mencoba peruntungan ke level yang lebih tinggi.

Kerbage, Chief Investment Officer di Hashdex, turut mengingatkan bahwa volume perdagangan historis di kisaran $80.000 hingga $90.000 tergolong tipis, sehingga pergerakan harga di zona tersebut cenderung berlangsung cepat begitu tembus ke salah satu arah. Kondisi ini membuat volatilitas berpotensi meningkat begitu Bitcoin mendekati ambang $83.000, yang oleh banyak analis dianggap sebagai gerbang menuju target $100.000.

Sementara itu, data terbaru menunjukkan Bitcoin masih bergerak di kisaran $77.000-an pada awal September, dengan support terdekat di $77.000 hingga $77.300 dan resistensi jangka pendek di $78.500 hingga $78.900. Pola pergerakan ini menggambarkan pasar yang tengah mencari keseimbangan baru usai kenaikan tajam sepanjang Agustus.

Koin Bitcoin emas di atas permukaan gelap menggambarkan tren harga cryptoKoin Bitcoin fisik sebagai ilustrasi tren harga crypto. Sumber: Andre Francois McKenzie via Unsplash / Unsplash License

Apa Artinya bagi Investor Crypto di Indonesia

Bagi investor di Indonesia, narasi lantai harga $100.000 ini perlu dipahami sebagai proyeksi analis, bukan jaminan pergerakan harga. Pasar crypto tetap dikenal fluktuatif dan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral, arus dana ETF Bitcoin, hingga sentimen makro global yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Sejumlah analis sepakat bahwa selama Bitcoin mampu bertahan di atas zona support utama dan tidak kembali menembus level psikologis di bawahnya, struktur tren jangka menengah masih berpotensi mengarah naik. Namun investor tetap disarankan untuk mencermati level resistensi seperti $83.000 dan $90.000 sebagai penanda penting sebelum benar-benar meyakini narasi $100.000 sebagai lantai harga baru.

Baca juga: “Bitcoin (BTC) Menuju $256.000? Analisis Siklus Baru Ungkap Potensi Waktu Lonjakan Harga

Koin Bitcoin emas dipegang tangan menggambarkan investasi crypto jangka panjangIlustrasi kepemilikan Bitcoin jangka panjang oleh investor. Sumber: Worldspectrum via Pexels / Pexels License

Dengan berbagai pandangan analis yang mengarah pada satu benang merah, yaitu semakin kuatnya fondasi harga Bitcoin di setiap siklus, pasar tampak menanti apakah level $100.000 benar-benar akan menjadi lantai baru atau sekadar resistensi psikologis yang perlu diuji berkali-kali sebelum ditembus. Pergerakan harga dalam beberapa pekan mendatang, terutama di sekitar zona $83.000, kemungkinan akan menjadi penentu arah selanjutnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online