Jakarta, Pintu News – Bitcoin bertahan di kisaran US$76.000 pada 16 September 2026, tak lama setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, mengumumkan kenaikan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak Juli 2023. Reaksi pasar kripto ini menarik perhatian karena berlawanan dengan asumsi umum bahwa kenaikan suku bunga selalu menekan aset berisiko seperti Bitcoin.
The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4%, Bitcoin Sempat Bergejolak
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4%, menurut laporan The Currency Analytics. Keputusan ini diambil secara bulat oleh seluruh anggota pemungutan suara, sekaligus menjadi kenaikan suku bunga pertama Bank Sentral AS sejak pertengahan 2023. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyatakan bahwa laju inflasi masih terlalu tinggi sehingga bank sentral perlu mengambil jalur yang “lebih cepat” menuju target inflasi 2 persen, seperti dikutip CNBC.
Berdasarkan laporan The Block, harga Bitcoin sempat berayun antara US$75.000 hingga US$76.500 tak lama setelah pengumuman tersebut, sebelum akhirnya mengendap di kisaran US$75.600. The Currency Analytics mencatat BTC bahkan sempat naik hingga menyentuh US$76.152, naik sekitar 0,7 persen dalam 24 jam usai bergerak dari level sekitar US$75.350. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas jangka pendek, namun tidak ada tanda penurunan tajam yang biasanya dikhawatirkan pelaku pasar saat suku bunga naik.
Yang menarik, dot plot atau proyeksi suku bunga internal The Fed menunjukkan 16 dari 18 pembuat kebijakan kini mendukung setidaknya satu kali kenaikan lagi sebelum akhir tahun, hampir dua kali lipat dibanding proyeksi hawkish pada Juni, menurut The Currency Analytics. Satu-satunya penolakan datang dari penasihat ekonomi Gedung Putih, Christopher Phelan, yang berargumen data inflasi yang mulai melandai seharusnya menjadi alasan untuk menahan suku bunga, bukan menaikkannya.
Kenapa Bitcoin Tidak Ambruk Usai Kenaikan Suku Bunga?
Salah satu penjelasan utama adalah faktor ekspektasi pasar. Menurut Cointelegraph, peluang kenaikan suku bunga sudah dihargai pasar di atas 90 persen sebelum pengumuman resmi keluar, sehingga saat keputusan itu benar-benar terjadi, dampaknya terhadap harga tidak sebesar jika keputusan tersebut datang sebagai kejutan. Pola ini umum terjadi di pasar keuangan, dimana ketidakpastian yang mereda justru bisa memicu kelegaan sesaat meski arah kebijakan sebenarnya masih ketat.
Faktor kedua adalah konteks pekan sebelumnya. The Currency Analytics melaporkan bahwa sektor kripto sempat tertekan setelah Senat AS menolak RUU CLARITY Act yang mengatur struktur pasar aset digital, sehingga memicu likuidasi paksa senilai lebih dari US$300 juta dalam beberapa hari. Rebound Bitcoin usai keputusan The Fed dibaca sejumlah pelaku pasar sebagai sinyal kelegaan setelah guncangan tersebut, bukan semata respons terhadap kebijakan moneter itu sendiri.
Selain itu, The Currency Analytics mencatat bahwa pernyataan resmi The Fed kali ini menghilangkan referensi ke inflasi akibat guncangan pasokan energi yang sebelumnya sering disebut, dan beralih ke bahasa yang menyasar sisi permintaan secara lebih agresif. Perubahan nada ini menambah ketidakpastian arah kebijakan ke depan, namun pasar kripto tampaknya lebih fokus pada kepastian jangka pendek ketimbang proyeksi jangka panjang yang masih hawkish tersebut.
Dampak ke Ethereum, XRP, dan Aset Kripto Lain
Ethereum turut berayun mengikuti Bitcoin, bergerak di kisaran US$2.370 hingga US$2.430 sebelum ditutup mendekati batas bawah di angka US$2.376, menurut The Block. Sementara itu mayoritas aset kripto di jajaran 20 besar berdasarkan kapitalisasi pasar bergerak relatif datar hingga naik tipis 0,5 persen.
Beberapa aset justru mencatat penguatan yang lebih signifikan. XRP naik sekitar 1,5 persen dan Solana naik sekitar 1 persen, sedangkan Zcash mencuri perhatian dengan lonjakan sekitar 6,5 persen pada periode yang sama, menurut data yang dihimpun The Block. Pola pergerakan yang beragam ini menunjukkan bahwa reaksi pasar terhadap keputusan The Fed tidak seragam di semua aset, melainkan bergantung pada sentimen spesifik masing-masing koin.
Baca juga: “Altcoin SOPH Melonjak 58%, Bitcoin Tertahan di Level $80.000 Hari Ini (8/9/26)“
Kata Analis: Kripto Serap Guncangan Lebih Cepat dari Saham
Analis Bitget, Lewis Huang, menilai Bitcoin justru mampu menyerap sebagian guncangan pasar lebih cepat dibanding saham. Ia mengamati bahwa secara historis, pergerakan Bitcoin pada hari-hari perdagangan seputar keputusan FOMC bisa mencapai sekitar empat kali lipat volatilitas indeks S&P 500, sebagaimana dikutip The Block. Menurutnya, karakteristik ini membuat kripto lebih cepat merespons dan menstabilkan diri usai rilis kebijakan besar seperti keputusan suku bunga.
Namun Huang turut mengingatkan adanya risiko ke depan. Ia menyoroti kemungkinan The Fed tetap mempertahankan sikap ketat meski dorongan inflasi dari sisi harga energi yang sempat menjadi alasan utama kenaikan suku bunga mulai mereda lebih cepat dibanding inflasi inti secara keseluruhan. Jika skenario itu terjadi, tekanan pada aset berisiko termasuk kripto berpotensi kembali muncul pada pertemuan FOMC berikutnya.
Apa Artinya bagi Investor Kripto di Indonesia?
Bagi investor kripto di Indonesia, pergerakan Bitcoin usai keputusan The Fed ini menjadi pengingat bahwa kebijakan moneter global tetap menjadi salah satu variabel penting yang memengaruhi harga aset digital, meski hubungan sebab akibatnya tidak selalu linear. Kenaikan suku bunga yang biasanya diasosiasikan dengan pengetatan likuidasi global tidak otomatis membuat Bitcoin turun, karena faktor ekspektasi pasar dan sentimen jangka pendek juga ikut berperan besar.
Proyeksi The Fed yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir 2026 berarti volatilitas di pasar kripto kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Investor disarankan memantau perkembangan kebijakan The Fed secara berkala serta mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi, alih-alih bereaksi berlebihan terhadap satu keputusan kebijakan saja.

Ilustrasi koin Bitcoin berdampingan dengan uang dolar AS yang menggambarkan kaitan kebijakan The Fed dengan harga kripto
Ilustrasi Bitcoin dan dolar AS. Sumber: David McBee via Pexels
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer: Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
- Redaksi. “Bitcoin, ether swing after unanimous quarter-point Fed rate hike as Warsh takes aim at inflation“. The Block. Diakses pada 17 September 2026.
- Redaksi. “Fed Hikes Rates to 4% as 16 Officials Back More Increases, Bitcoin Climbs to $76,152“. The Currency Analytics. Diakses pada 17 September 2026.
- Redaksi. “Fed rate decision September 2026: Rates rise to 3.75%-4%“. CNBC. Diakses pada 17 September 2026.
- Redaksi. “Bitcoin Stays Near Monthly Lows as Fed Rate-Hike Odds Pass 90%“. Cointelegraph. Diakses pada 17 September 2026.
.png)




























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9337844/original/002418600_1788259594-0L5A0298.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4079792/original/044506900_1657030031-IMG_20220705_201041.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336928/original/052082000_1788222063-Gemini_Generated_Image_ctt9wmctt9wmctt9.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337949/original/038835400_1788266026-Muhammad_Isfandyar_Abdillah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336758/original/034311900_1788175118-indo_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334902/original/057214100_1787904674-1000420049.jpg)


