Holder Bitcoin Jangka Panjang Berhenti Jual Usai Buang 260.000 BTC, Apa yang Terjadi?

4 hours ago 4

Jakarta, Pintu News – Fase pelepasan besar-besaran oleh holder jangka panjang (long-term holder atau LTH) Bitcoin tampaknya mulai mereda. Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa wallet berumur lebih dari 155 hari telah melepas sekitar 260.000 BTC ke pasar sepanjang pertengahan Agustus hingga paruh pertama September 2026, namun aksi jual tersebut kini menunjukkan tanda-tanda berhenti.

260.000 BTC Berpindah Tangan, Tekanan Jual Sempat Melampaui Puncak Historis

Menurut analisis yang dipublikasikan Crypto Economy pada 15 September 2026, metrik net position change dari Glassnode mencatat posisi holder jangka panjang sempat berbalik netral usai gelombang distribusi besar ini. Selama periode tersebut, tekanan jual dari kelompok LTH bahkan sempat melampaui level yang tercatat pada puncak-puncak historis sebelumnya.

Coin Days Destroyed (CDD), metrik yang dipakai CryptoQuant untuk melacak pergerakan koin yang sudah lama tidak berpindah, turut mencatat sejumlah lonjakan yang mengonfirmasi keluarnya koin-koin lama tersebut dari dompet penyimpanan jangka panjang. Namun begitu memasuki 48 jam terakhir, arus masuk ke bursa mulai melambat dan kembali mendekati rata-rata pergerakan 30 hari.

Baca juga: “Bitcoin Bertahan di Atas $77.000, tapi Ada Sinyal yang Bikin Trader Was-was

Analis CryptoQuant: Belum Ada Sell-Off Besar dari Holder Lama

Analis on-chain CryptoQuant, Darkfost, dalam catatannya pada 13 September 2026 menyebut bahwa reli harga Bitcoin belakangan ini memang mendorong sejumlah aksi ambil untung dari trader jangka pendek, namun hal tersebut belum diikuti sell-off besar dari holder jangka panjang. Menurutnya, heatmap CDD 30 hari masih relatif tenang meski siklus tahun ini termasuk salah satu periode dengan mobilitas koin lama paling aktif dalam sejarah Bitcoin.

Darkfost juga mengingatkan bahwa lonjakan CDD tidak selalu berarti penjualan sungguhan. Reorganisasi dompet internal maupun transfer antar bursa bisa turut menggelembungkan angka tersebut tanpa mencerminkan penjualan riil. Sinyal tekanan jual yang benar-benar valid, menurutnya, baru muncul apabila kenaikan CDD dibarengi dengan lonjakan arus masuk ke bursa, kondisi yang sejauh ini belum terlihat.

Meningkatnya mobilitas koin lama pada siklus ini turut didorong oleh derasnya aliran dana ke ETF spot Bitcoin serta cadangan strategis dari sejumlah korporasi, yang memperdalam order book sehingga holder besar bisa memindahkan posisi dengan slippage yang lebih kecil dibanding sebelumnya.

Koin Bitcoin fisik di atas permukaan gelap melambangkan aset kripto yang ditahan investorKoin Bitcoin fisik yang merepresentasikan kepemilikan investor jangka panjang. Sumber: Shutter Speed via Unsplash / Unsplash License

Suplai Masih Terkonsentrasi di Zona Resistance Atas

Sebelum perlambatan ini terjadi, laporan Tradingpedia pada 3 September 2026 sempat mencatat bahwa suplai holder jangka panjang terkonsentrasi tebal di rentang harga 83.000 hingga 86.000 dolar AS, area yang berpotensi menjadi resistance jika harga Bitcoin kembali menguat ke level tersebut. Porsi suplai yang berada dalam kondisi untung pun naik dari 65 persen pada Mei menjadi 68 persen pada akhir Agustus, yang menurut laporan itu mencerminkan makin luasnya potensi likuiditas jual yang laten di pasar.

Sementara itu, cost basis holder jangka pendek disebut telah reset ke sekitar 71.000 dolar AS usai fase akumulasi musim panas, sedangkan minat di pasar derivatif juga tergolong tinggi dengan open interest sekitar 14 miliar dolar AS yang jatuh tempo pada 25 September 2026. Kombinasi data ini menunjukkan bahwa meski distribusi besar sempat terjadi, sebagian besar suplai LTH yang berpotensi dijual masih tertahan di level harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini.

Baca juga: “Prediksi Bitcoin: Analis Sebut Harga Dasar $100.000 Segera Tercapai!

Koin Bitcoin dengan grafik pasar di latar belakang menggambarkan analisis on-chainKoin Bitcoin dengan latar grafik pasar yang menggambarkan analisis on-chain. Sumber: Freestockpro via Pexels / Pexels License

Apa Artinya bagi Arah Pasar Bitcoin Selanjutnya

Berhentinya gelombang distribusi 260.000 BTC ini dibaca sejumlah analis sebagai penanda berakhirnya satu siklus ambil untung besar dari holder jangka panjang. Berkurangnya pasokan yang siap dijual dalam waktu dekat berpotensi menjadi semacam penyangga teknikal di tengah volatilitas pasar, terutama menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat pada 16 September 2026 yang turut menjadi perhatian pelaku pasar global.

Meski begitu, para analis tetap mengingatkan bahwa perlambatan aksi jual bukan jaminan arah harga akan langsung berbalik naik. Selama suplai LTH masih terkonsentrasi di zona resistance atas dan pasar derivatif menyimpan eksposur besar di atas level tertentu, pergerakan harga Bitcoin ke depan tetap bergantung pada kombinasi permintaan baru, sentimen makro, dan bagaimana bursa merespons setiap perubahan arus dana institusional maupun ritel.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online