Dewan Pengarah BGN Akan Diisi Ahli Gizi hingga Dokter Anak

1 week ago 10

KEPALA Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang bakal merekrut ahli gizi hingga dokter anak sebagai pengarah di lingkungan lembaga pengelola proyek makan bergizi gratis alias MBG itu. Menurut Nanik, Struktur Organisasi dan Tata Kerja Badan Gizi Nasional telah mengatur keberadaan Dewan Pengarah BGN yang bertugas memberikan petunjuk terkait dengan pelaksanaan MBG.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Di SOTK sebetulnya dari Badan Gizi Nasional berdiri itu ada Dewan Pengarah. Di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para profesor ahli gizi dan dokter anak,” ujar Nanik seusai dilantik sebagai pimpinan BGN di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026.

Nanik berujar, Dewan Pengarah ini terdiri dari tujuh orang yang akan membimbing penyelenggaraan proyek andalan Presiden Prabowo Subianto itu. “Mungkin di antara tujuh orang itu, lima kemungkinan mereka adalah dari pakar-pakar gizi,” kata Nanik.

Presiden Prabowo resmi melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, dan Trenggono serta Agustina Arumsari menjadi Wakil Kepala BGN, pada Senin sore.

Nanik—sebelumnya menjabat Wakil Kepala Badan Gizi—menggantikan Dadan Hindayana. Adapun Trenggono dan Agustina menggantikan Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Para mantan pejabat yang mereka gantikan kini berstatus tersangka dugaan korupsi di lingkungan BGN dan ditahan oleh Kejaksaan Agung.

Setelah pelantikan di Istana Kepresidenan, Nanik Sudaryati Deyang menyatakan ingin berhati-hati dalam menggunakan anggaran MBG. Dia berkata, disiplin keuangan di BGN akan dibantu Agustina Arumsari, pejabat Badan Gizi lainnya yang baru dilantik. Arumsari sebelumnya memiliki pengalaman di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Nanik berharap Arumsari akan mengawasi keputusan-keputusannya terkait dengan keuangan di BGN. "Saya tidak akan mengambil keputusan apa pun terkait pengeluaran duit bila Bu Arumsari tidak oke," kata dia.

Selain itu, Nanik berujar, BGN di bawah kepemimpinannya akan fokus melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi target penerima manfaat. "Agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini," tuturnya.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Bagaimana Bisa Kepala Lalu Lintas Polri Beres Doktor Setahun

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online