Investigasi Kematian Dokter PPDS RS Kandou Masih Berjalan

7 hours ago 3

KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan Kementerian Kesehatan masih menginvestigasi dugaan kematian Adrian Rantung, seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Adrian sebelumnya diduga mengalami perundungan selama menjalani PPDS di RSUP Kandou. "Masih dalam proses investigasi," kata Aji saat dihubungi, Rabu, 8 Juli 2026.

Kata Aji, investigasi dilakukan oleh tim gabungan Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia, Kolegium Anestesi, dan Kemendiktisaintek. Sementara investigasi berjalan, kegiatan pendidikan prodi anestesi di RS Kandou dihentikan sementara. "Yang dihentikan hanya kegiatan pendidikannya, bukan prodinya," kata dia. 

Aji mengatakan aktivitas PPDS di RS Kandou akan dibuka kembali setelah ada hasil investigasi tim.

Adrian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar kosnya di Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu, 5 Juli 2026. Dalam surat keputusan bernomor HK.02.03/D.XV/5427/2026, Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan mengatakan, pihaknya melakukan investigasi secara internal dan terpadu antara RS dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.

"Menghentikan untuk sementara waktu kegiatan pembelajaran Program Studi Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado sampai penanganan dugaan perundungan selesai," begitu bunyi surat tersebut yang terbit Selasa, 6 Juli 2026.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online