TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan partainya menyambut baik pendirian organisasi masyarakat Gerakan Rakyat. Ormas ini didirikan oleh para loyalis mantan Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan.
Hermawi menilai Gerakan Rakyat serupa dengan gerakan masyarakat sipil lainnya yang turut serta dalam membangun kehidupan politik yang dinamis, demokratis, dan partisipatif. "Ini bentuk kesadaran politik rakyat," kata Hermawi melalui pesan singkat, Jumat, 28 Februari 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Hermawi menegaskan bahwa NasDem tak merasa terganggu maupun tersaingi dengan berdirinya ormas Gerakan Rakyat tersebut.
Para loyalis Anies mendeklarasikan berdirinya Gerakan Rakyat di Gedung Jakarta Inisiatif Office Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis kemarin. Mereka juga merilis para pendirian dan penetapan komposisi kepengurusan.
Wakil Ketua Umum Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Gerakan Rakyat Yusuf Lakaseng mengatakan pendirian ormas ini berangkat dari ide dan gagasan Anies Baswedan. Juru bicara ormas ini menjelaskan, ide dan gagasan pendirian Gerakan Rakyat adalah persoalan pendidikan sebagai jalan mewujudkan kemajuan dan kemakmuran bagi rakyat.
"Gerakan rakyat harus sudah menjadi gerakan orang banyak, gerakan publik, tidak lagi menjadi personifikasi Anies sebagai individu," kata Yusuf.
Berdasarkan unggahan Insta Story dari akun Instagram resmi @gerakanrakyat.id, Anies turut menghadiri acara deklarasi dan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat ormas ini. Dalam unggahan tersebut, Anies mengenakan jaket bomber berwarna oranye, yang merupakan warna identitas Gerakan Rakyat, seragam dengan pakaian anggota lain yang hadir.
Sesuai dengan keterangan Yusuf, kepengurusan Gerakan Rakyat sudah terbentuk di seluruh provinsi dan lebih dari 50 persen kabupaten-kota.
Mereka belum menjelaskan jika Gerakan Rakyat itu akan berpeluang bersalin rupa menjadi partai politik. Meski begitu, sudah ada beberapa contoh ormas yang berubah menjadi partai politik, salah satunya Nasional Demokrat. Organisasi masyarakat ini didirikan oleh 45 tokoh, termasuk Surya Paloh dan Anies Baswedan, pada 2010.
Selanjutnya, ormas tersebut berubah menjadi partai politik dengan nama NasDem pada 26 Juli 2011. Lalu Surya Paloh diangkat sebagai ketua umum partai pada periode pertama kepengurusan hingga kini. Sebagian pendiri Nasional Demokrat memilih keluar setelah ormas itu bersalin rupa menjadi partai politik.