Penyebab Prabowo Batal Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh

9 hours ago 6

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh yang sempat dijanjikan Presiden Prabowo Subianto urung dilakukan. Prabowo melontarkan rencana itu ketika berpidato pada peringatan Hari Buruh alias May Day 2025 lalu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Alih-alih membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh, Prabowo memutuskan menunjuk seorang penasihat yang secara khusus mengurusi isu perburuhan.

“Setelah kami coba pelajari, ada sesuatu hal yang kemudian kami merasa berkenaan dengan segala sesuatu yang ingin dicapai dengan adanya Dewan Buruh tersebut, bisa kita cari skema yang lain,” tutur Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin kemarin, 8 Juni 2026. 

Skema lain yang dimaksud itu adalah pengangkatan Presiden Partai Buruh Said Iqbal menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Menurut Prasetyo, langkah itu merupakan keputusan langsung dari Presiden Prabowo. Adapun Said Iqbal, yang juga merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), telah dilantik sebagai penasihat khusus Prabowo, kemarin, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026. 

“Oleh karenanya Bapak Presiden kemudian memutuskan untuk mengangkat salah satu tokoh buruh menjadi penasihat beliau di bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh,” ujar Prasetyo. 

Penunjukan Said Iqbal sebagai penasihat di bidang perburuhan ini diharapkan membuat komunikasi antara pemerintah dan para buruh menjadi lebih intens. “Tidak birokratis, di dalam hal sekali lagi kita bersama-sama memperjuangkan apa yang selama ini diharapkan oleh kawan-kawan buruh, apalagi dalam situasi kondisi ekonomi yang sekarang ini,” katanya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengutarakan janji pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional sebagai bagian dari komitmennya terhadap perlindungan dan kesejahteraan pekerja. Janji tersebut disampaikan Prabowo di hadapan puluhan ribu buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis, 1 Mei 2025 silam. 

"Saya ingin memberi hadiah kepada kalian para buruh, pada hari ini. Saya akan segera membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang terdiri dari tokoh-tokoh perwakilan buruh dari seluruh Indonesia,” kata Prabowo saat itu. 

Empat bulan berselang, tepatnya pada 1 September 2025, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyatakan Kepala Negara akan mengumumkan pembentukan dewan baru itu. Ia menyampaikan ini seusai memenuhi undangan pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara.

Selain Andi Gani, perwakilan serikat buruh yang turut hadir di antaranya Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban, serta Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat.

Kata Andi, nomenklatur Dewan Kesejahteraan Buruh akan setingkat kementerian. Ketika itu, dia menyebutkan ada enam tokoh buruh yang bakal mengisi struktur dewan tersebut. Andi berujar, dirinya dan ketua serikat buruh lain menolak menjadi pejabat negara.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online