Prasetyo Ungkap Alasan Pemerintah Tak Cepat Terima Kredensial Calon Dubes

14 hours ago 8

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pemerintah tidak segera menerima surat kepercayaan atau kredensial dari sedikitnya 17 calon duta besar negara sahabat. Dia mengklaim hal itu disebabkan lantaran kebijakan efisiensi.

Pemerintah, kata dia, sengaja mengagendakan penerimaan kredensial para calon duta besar itu bersamaan dengan pelantikan pejabat negara. Adapun Senin sore, 8 Juni 2026 Prabowo bakal melantik Kepala Badan Gizi yang baru Nanik Sudaryati Deyang dan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden.

"Sudah direncanakan. Ini kan masalah waktu yang kemudian untuk efisiensi, untuk keserempakan maka acara itu dilaksanakan hari ini," ucap Prasetyo di kompleks DPR, Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026.

Lamanya penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo sempat dikritik oleh Dino Patti Djalal, eks Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut keterangan Dino, sedikitnya 17 calon dubes sudah berbulan-bulan menunggu giliran menyerahkan kredensial mereka.

Menurut Dino, bahkan ada diplomat yang menunggu hingga delapan bulan. Situasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu citra diplomasi Indonesia.

Adapun Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan bahwa belasan duta besar asing telah dijadwalkan menyerahkan kredensial mereka kepada Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat untuk menandai resminya penugasan di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa para dubes tersebut tiba di Indonesia pada waktu yang berbeda-beda setelah upacara penyerahan surat kepercayaan terakhir dilaksanakan pada November lalu. Para dubes, dia mengklaim, perlu menjalankan serangkaian proses secara bertahap sebelum akhirnya menyerahkan kredensial mereka kepada presiden.

Sugiono mengklaim belum diserahkannya surat kepercayaan para duta besar kepada Presiden RI tidak berdampak apapun bagi kerja sama bilateral dengan negara dimaksud. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini mengaku telah bertemu dengan masing-masing duta besar yang menunggu penyerahan kredensial tersebut.

Ia memastikan hubungan dan komunikasi dengan para dubes berjalan dengan baik seperti biasa. “Yang pasti, substansi dari kerja sama bilateral tetap berjalan,” ucap Sugiono ditemui seusai pertemuan bilateral dengan Menlu Madagaskar Alice N’Diaye di Kementerian Luar Negeri RI Jakarta, Rabu 3 Juni 2026, seperti dilansir Antara.

Sebagai informasi, penyerahan kredensial terakhir digelar di Istana Merdeka pada November 2025. Saat itu, Presiden Prabowo menerima surat kepercayaan dari 12 dubes luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara sahabat.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online