Rayakan Bulan Bung Karno dengan Nobar 'Ghost in the Cell', Once: Pentingnya Kritis dalam Ruang Seni

5 hours ago 6

INFO TEMPO - Anggota Komisi X DPR RI sekaligus Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Once Mekel menekankan pentingnya ruang ekspresi dan sisi kritis dalam karya sinematografi.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan pemutaran film Ghost in the Cell karya Joko Anwar di Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jakarta Pusat, pada Ahad, 7 Juni 2026, yang digelar oleh Kulturanesia sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menjelaskan alasan memilih salah satu karya terbaik Joko Anwar tersebut. Menurutnya, ada dua pesan utama yang ingin disampaikan. Pertama, sebagai organisasi kebudayaan, BKN lewat Kulturanesia ingin memperjuangkan dan memberi dukungan nyata terhadap perfilman Indonesia. Kedua, tentang kebebasan berekspresi, karena ruang ekspresi seperti ini dinilai sangat penting bagi para pelaku seni.

Kegiatan pemutaran film Ghost in the Cell menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno di Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Juni 2026. TEMPO/Rega Wijaya

“Film ini punya kekuatan selain sinematografinya bagus, skripnya bagus, akting teman-teman bagus, juga ada ruang-ruang kritis yang bisa kita tonton di situ," kata dia.

Melalui kegiatan nobar ini, Once menyatakan bahwa pihaknya ingin membakar semangat kreatif generasi muda agar mampu memaknai sekaligus melanjutkan estafet gerakan seni di masa depan.

“Agar ada inspirasi. Seperti saya katakan, film Indonesia sekarang semakin hebat semoga semakin maju terus. Dan generasi mendatang ikut dalam mendukung dan meneruskan api semangat ini.”

Salah satu pemeran film Ghost in the Cell, Aming, mengapresiasi pemilihan film ini sebagai bagian dari perayaan Bulan Bung Karno. Ia menilai hal ini menjadi bukti dukungan nyata terhadap karya anak bangsa. "Jujur saya sangat-sangat mengapresiasi sekali," kata dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kiri) memberikan sambutan pada pemutaran film Ghost in the Cell pada peringatan Bulan Bung Karno di Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Juni 2026. TEMPO/Rega Wijaya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pencapaian film yang dibintangi oleh Aming. Dia menyebut film ini telah menembus pasar internasional.

“Film ini berdasarkan data sejak tanggal 16 April ditayangkan sudah meraih hampir 4 juta penonton. Kemudian yang luar biasa ini juga mencatat pencapaian internasional dengan hak distribusi telah terjual di 148 negara. Ini prestasi yang luar biasa. Inilah yang membuat Indonesia menjadi anomali," kata Rano.

Rano juga mengaitkan pandangan Bung Karno terhadap seni dan film. Ia menjelaskan, Bung Karno memandang seni dan film bukan sekedar hiburan. “Beliau pernah membuat tonil waktu beliau dibuang ke Ende. Menandakan bahwa sangat ada korelasinya antara kesenian terutama film dan kebudayaan.”

Krisdayanti juga mengapresiasi inisiatif BKN PDIP dan Kulturanesia dalam menggelorakan semangat Trisakti Bung Karno, khususnya berkepribadian dalam kebudayaan, melalui acara nonton bareng ini. Dia turut mengucapkan selamat kepada tim film yang berhasil menembus 148 negara.

“Jadi saya sangat apresiasi sekali acara pada siang hari ini. Saya juga ucapkan selamat untuk Aming dan tim karena saya buyers film Ghost in the Chell ini sudah 148 negara yang beli.” (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online