Temukan Sheet Pile Miring, Satgas PRR Berkordinasi dengan PU Perbaiki Tanggul Pengaman Sungai Krueng Tamiang

6 hours ago 5

INFO TEMPO - Progres positif terus terekam dalam kunjungan kerja Tim Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra. Di Desa Kampung Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang misalnya, Satgas PRR meninjau pembangunan tanggul pengaman Sungai Krueng Tamiang yang memiliki total panjang 500 meter pada Kamis, 4 Juni 2026.

Pembangunan Tanggul pengaman tersebut berfungsi menahan air agar tidak meluber ke wilayah sekitarnya. Apalagi, sungai sepanjang 217 kilometer ini memegang peran krusial dalam mendukung ekosistem, pertanian, mobilitas, serta kehidupan harian masyarakat beberapa kabupaten di Provinsi Aceh.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Infrastruktur pengaman itu terdiri atas 453 meter tanggul tanah dan 47 meter sheet pile yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Proyek ini telah dimulai sejak 5 Januari 2026 dan ditargetkan rampung pada 27 Juni 2026.

Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi di Aceh Tamiang bagi warga yang terdampak banjir. Dok. Satgas PRR 

Sungai Krueng Tamiang merupakan sungai utama di Provinsi Aceh yang melintasi Kabupaten Aceh Tamiang dan bermuara ke Selat Malaka. Sungai sepanjang 217 kilometer itu berhulu di Kabupaten Aceh Timur dan menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat, mulai dari pertanian, perikanan, hingga mobilitas warga di wilayah perbatasan Aceh dan Sumatera Utara.

Meski secara umum pekerjaan berlangsung sesuai rencana, Satgas PRR masih menemukan adanya kemiringan pada sejumlah titik sheet pile yang telah terpasang. Solusinya, Tim Ahli Teknik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum memberikan arahan teknis agar dilakukan penarikan pancang ke titik lurus dan percepatan mobilisasi alat agar pekerjaan selesai tepat waktu.

Kunjungan tim yang dipimpin oleh Imran, pejabat eselon I Kemendagri, di Aceh Tamiang ini merupakan bagian dari rangkaian inspeksi Poskonas Satgas PRR yang dimulai dari Kota Langsa dan berakhir di Kabupaten Aceh Tengah. Dalam peninjauan tersebut, tim juga mencatat satu titik longsor di Desa Semadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Penanganan longsor oleh PT PP ditargetkan rampung paling lambat Agustus 2026 untuk mengantisipasi musim hujan.

Sementara pada pemantauan lain yang juga menjadi perhatian dalam kunjungan ini adalah pembangunan Hunian Tetap (Huntap) oleh Yayasan Buddha Tzu Chi yang direncanakan sebanyak 500 unit. Kondisi di lapangan ditemukan bahwa sebanyak 108 unit pertama akan siap diresmikan pada 14 Juni 2026.

Temuan Satgas PRR juga mengonfirmasi 108 unit tersebut telah berdiri utuh dan tinggal tahap finishing, sementara 240 unit lainnya sedang dalam proses pemasangan pondasi, dan 152 unit sisanya belum mulai dikerjakan. 

Adapun, total target huntap di Provinsi Aceh mencapai 28.910 unit. Berdasarkan Laporan Harian Satgas PRR per 4 Juni 2026, sebanyak 157 unit telah selesai dibangun, sedangkan 713 unit lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan.

Upaya antisipasi banjir serta pembangunan hunian tetap merupakan prioritas dalam Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatra yang disetujui DPR, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Sekretariat Negara melalui Rapat Dengar Pendapat pada Senin, 25 Mei lalu.

"Kami menjadwalkan pemulihan selama tiga tahun dengan timeline hingga 2028 dan tahapan tiap tahunnya," ujar Ketua Satgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (*)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online