YLBHI: Tudingan ke Tiyo Ardianto Upaya Kill The Messenger

3 days ago 6

KETUA Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Muhammad Isnur menduga tudingan yang diarahkan ke Tiyo Ardianto sebagai upaya kill the messenger. Baru-baru ini eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada itu dituduh oleh aliansi BEM Bersatu memiliki keterkaitan dengan jaringan politik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Isnur menduga cara-cara pembungkaman dilakukan kekuasaan lantaran tidak mampu membantah kritik yang disampaikan Tiyo. "Ketika apa yang Tiyo sampaikan semua terbukti, jadi caranya adalah kill the messenger," ujar dia dihubungi pada Rabu, 17 Juni 2026.

Adapun kill the messenger merupakan istilah menyalahi atau menghukum seseorang yang menyampaikan berita buruk atau kritik, padahal orang tersebut bukan penyebab masalahnya.

Pola itu, kata dia, terlihat dari upaya mencari-cari kesalahan dan menautkan berbagai sisi serta kemungkinan celah kesalahan. Padahal, Isnur menilai tidak ada persoalan pada hubungan persaudaraan yang dimiliki oleh Tiyo dalam menyampaikan kritik sebagai warga negara. "Tiyo kan pihak mandiri, berdiri dengan ucapannya sendiri," ucap Isnur.

Dia mengingatkan agar setiap kritik masyarakat didengarkan, bukannya mencari kesalahan. Sebab, kata dia, munculnya tudingan ke Tiyo sebagai bukti adanya kepanikan dari kekuasaan.

Tudingan BEM Bersatu ke Tiyo Ardianto disampaikan dalam acara konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa, 16 Juni 2026. BEM Bersatu mengatakan mobil yang digunakan Tiyo diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, adik dari Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Setyo Sularso.

Pensiunan jenderal itu disebut besan dari Jenderal TNI (Purnawirawan) Andhika Perkasa, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus tim pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Aliansi BEM Bersatu juga menyorot agenda bertajuk Dialog Nasional Kebangsaan yang bakal digelar di salah satu hotel di Bandung pada Kamis, 18 Juni 2026. Forum itu disebut dihadiri oleh Tiyo Ardianto, Setyo Sularso, dan sejumlah tokoh lain.

Tiyo Ardianto memilih berfokus pada gerakan mahasiswa yang mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah. Dia tak ingin merespons hal-hal yang sifatnya hanya tuduhan personal.

Juru bicara PDIP, Guntur Romli, juga membantah tudingan tersebut. Dia mengatakan Siti Nuraini dan Setyo Sularso yang dikaitkan dalam kepemilikan mobil itu bukan kader ataupun pengurus partai.

“Menghubungkan kepemilikan kendaraan milik warga sipil, lalu ditarik ke hubungan persaudaraan, kemudian ditarik lagi ke hubungan besan untuk melompat pada kesimpulan bahwa PDIP berada di balik aksi mahasiswa adalah sesat pikir yang nyata,” kata dia dalam keterangannya pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dia berujar partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini tidak memiliki keterkaitan dengan aksi penolakan proyek Makan Bergizi Gratis. “Itu adalah fitnah yang tidak berdasar, absurd, dan mencederai integritas gerakan moral mahasiswa,” ujar Guntur.

Dia juga menyatakan forum dialog yang diagendakan dihadiri Tiyo Ardianto dan Setyo Sularso itu bukan diselenggarakan PDIP. Guntur berujar kehadiran tokoh di forum dialog merupakan hak konstitusional warga negara yang tak bisa serta-merta diklaim sebagai bentuk mobilisasi partai politik ke gerakan mahasiswa.

Menurut dia, tudingan aliansi BEM Bersatu yang menyebut gerakan mahasiswa diduga ditunggangi partai politik telah menghina nalar kritis dan independensi gerakan. “Mahasiswa bergerak karena panggilan nurani dan analisis kritisnya terhadap kebijakan negara yang dirasa menyentuh hajat hidup rakyat,” ujar dia.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online