Di Balik Aksi-Aksi Korporasi Indosat: Setelah Jual Tower dan Data Center, Kini Lepas Kendali Fiber Optik

20 hours ago 10

Selular.ID – Indosat Hutchison Ooredoo (IOH) akhirnya menyelesaikan kesepakatan dengan Grup Arsari, perusahaan yang dimiliki Hasyim Joyohadikusumo, adik Presiden RI Prabowo Subianto.

Operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia itu, melepaskan kendali atas jaringan fiber optiknya, sebuah langkah yang membebaskan modal untuk mendanai layanan generasi berikutnya.

Untuk diketahui, kesepakatan kedua perusahaan pertama kali diumumkan pada Desember 2025.

Saat itu IOH dan anak perusahaannya, PT Aplikanusa Lintasarta, menyetujui kemitraan bersama dengan Grup Arsari dan Grup Northstar untuk memisahkan jaringan fiber optik mereka menjadi platform fiber akses terbuka yang independen.

Usai transaksi tersebut, kedua perusahaan sepakat membentuk PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Entitas baru ini, didesain menjadi platform grosir akses terbuka yang melayani operator telekomunikasi, perusahaan, dan penyedia cloud.

IOH dan Lintasarta mempertahankan kepemilikan saham minoritas – secara kolektif memiliki 49,9% – di perusahaan baru tersebut.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai entitas baru, IFT mengoperasikan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur fiber di seluruh Indonesia. Ini termasuk jaringan tulang punggung, jaringan bawah laut domestik, dan jaringan akses.

Sebanyak 45% dari infrastruktur tersebut berlokasi di Jawa, dan 55% sisanya tersebar di wilayah non-Jawa, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Dengan menempatkan infrastruktur fiber kelas dunia di tangan platform akses terbuka independen yang dipimpin oleh para ahli industri, kami memastikan bahwa manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya tidak terbatas pada segelintir orang. Ini adalah teknologi untuk semua,” kata Direktur Utama dan CEO IOH, Vikram Sinha.

Baca Juga: Cara Registrasi Biometrik Kartu SIM Perdana Telkomsel, Indosat hingga XLSmart

Memonetisasi Aset Infrastruktur

IOH diperkirakan akan memperoleh sekitar 11,7 triliun rupiah Indonesia (US$652 juta) dalam pendapatan kotor dari kesepakatan tersebut.

Dana ini akan mendukung investasi lebih lanjut dalam konektivitas inti, peluncuran 5G, dan pengembangan layanan digital yang siap AI.

Kesepakatan terbaru dengan Grup Arsari mencerminkan tren industri yang lebih luas di mana operator telekomunikasi memonetisasi aset infrastruktur untuk membiayai layanan generasi berikutnya.

Sebelumnya, Indosat telah menjual ribuan menara telekomunikasinya ke berbagai perusahaan infrastruktur melalui skema sale and lease back (jual dan sewa kembali) untuk merampingkan operasional dan fokus pada bisnis inti.

Skema ini memungkinkan Indosat untuk mendapatkan dana segar dengan cepat dan tetap bisa menyewa kembali menara tersebut untuk mendukung layanan jaringan mereka.

Tercatat pada 2021, Indosat menjual 4.200 menara kepada PT Epid Menara AssetCo (afiliasi Edge Point) dengan nilai transaksi mencapai USD 750 juta atau sekitar Rp10,9 triliun.

Transaksi yang sama juga dilakukan IOH kepada Mitrael (anak perusahaan PT Telkom) dan Dhost Telekomunikasi Nusantara pada 2023.

Sebanyak 1.630 menara dilego kepada kedua perusahaan itu. Dari jumlah tersebut, sekitar 997 menara dibeli oleh Mitratel dengan nilai transaksi sebesar Rp1,64 triliun. Sedangkan Dhost kebagian 663 menara.

Selain tower, pada Januari 2024, IOH juga menjual untuk menyewa kembali puluhan data center kepada BDx Indonesia dengan nilai transaksi mencapai Rp2,6 triliun.

Pengalihan data center untuk menyewa kembali menjadi salah satu strategi Indosat agar dapat fokus di bisnis inti yaitu digital telekomunikasi.

Selain itu, pengalihan juga membuat beban Indosat makin ringan karena tidak perlu berinvestasi lagi dalam pengembangan pangkalan data.

Indosat dapat memaksimal biaya yang ada untuk penggelaran teknologi terkini guna menunjang layanan digital yang mereka berikan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, dengan langkah sale and lease back menara, melepas bisnis data center, dan memisahkan aset fiber optiknya menjadi entitas independen, Indosat semakin fokus pada bisnis masa depan.

Perusahaan dapat memposisikan diri untuk bersaing lebih agresif di bidang 5G dan layanan berbasis AI, sekaligus mendukung tujuan transformasi digital Indonesia, yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Indosat Perpanjang Jabatan Vikram Sinha, Percepat Transformasi AI

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online