Bitcoin (BTC) Terkumpul 46.000 Keping oleh Whale, Tapi Aktivitas Jaringan Lemah?

10 hours ago 6

Jakarta, Pintu News – Fenomena terbaru di pasar kripto menunjukkan adanya pergerakan besar dari para whale Bitcoin dan institusi keuangan, terutama melalui exchange-traded funds (ETF) spot. Namun, di balik akumulasi masif ini, data on-chain justru mengungkapkan bahwa pemulihan harga Bitcoin (BTC) masih rapuh dan belum sepenuhnya solid.

Aktivitas jaringan yang lemah dan likuiditas yang menipis menjadi penghalang utama bagi terciptanya tren bullish yang berkelanjutan. Artikel ini akan membedah lebih dalam dinamika akumulasi, tantangan pemulihan, serta potensi risiko yang membayangi pasar Bitcoin (BTC) saat ini.

Akumulasi Whale dan Institusi: Sinyal Kuat di Tengah Ketidakpastian

Data dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa dompet yang menyimpan lebih dari 10.000 Bitcoin (BTC) telah menambah kepemilikan sebanyak 46.420 BTC dalam 60 hari terakhir hingga 9 Agustus. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 15 Maret dan hampir dua kali lipat dari puncak pertengahan Maret yang hanya 23.238 BTC.

Sementara itu, dompet kecil dengan saldo 0,1 hingga 1 BTC justru mengalami penurunan sekitar 9.700 BTC pada periode yang sama. Fenomena ini menandakan adanya pergeseran kepemilikan dari investor ritel ke pemain besar dan institusi. Santiment juga mencatat bahwa jumlah dompet yang memiliki minimal 10.000 Bitcoin (BTC) kini mencapai 90 wallet, tertinggi dalam enam bulan terakhir.

🐳 Bitcoin’s elite wallet count has bounced back to a 6-month high, with 90 wallets now holding at least 10K $BTC.

📈 This is not a tiny signal. There has been a net gain of +6 wallets holding at least 10K+ BTC in the past 8 weeks, a +7.1% rise.

🦐 Micro wallet holdings have… pic.twitter.com/c2khTjHsC5

— Santiment Intelligence (@SantimentData) August 10, 2026

Kenaikan ini setara dengan penambahan enam wallet besar dalam delapan minggu terakhir, atau naik sekitar 7,1%. Selain itu, permintaan institusional juga terlihat menguat, di mana ETF spot Bitcoin (BTC) berhasil menarik dana sebesar $853,54 juta pada pekan yang berakhir 7 Agustus. Ini merupakan performa terbaik ETF spot sejak 17 April, menandakan minat institusi terhadap Bitcoin (BTC) masih sangat tinggi.

Aktivitas Jaringan dan Likuiditas: Dua Tantangan Besar Pemulihan Bitcoin (BTC)

Meskipun akumulasi dari whale dan institusi terlihat solid, sinyal pemulihan pasar Bitcoin (BTC) masih terbilang lemah. ETF spot Bitcoin (BTC) mulai mencatat arus keluar bersih pada awal pekan, mengindikasikan bahwa tren masuk dana mulai kehilangan momentum. Data dari Glassnode menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif, volume transfer, dan pendapatan biaya transaksi berada di level bawah.

Top Pattern Ahead – Next Sell-Off Soon

“Despite remaining upside, risk predominates. Lack of trend strength means upward moves can collapse anytime. Higher price highs are forming lower MACD highs → clear bearish divergence.” – By @STASolutions1 pic.twitter.com/X9pMGvZbWB

— CryptoQuant.com (@cryptoquant_com) August 10, 2026

Selain itu, meskipun profitabilitas sedikit membaik, kerugian yang direalisasikan di jaringan masih lebih besar dibandingkan keuntungan yang terealisasi. Laporan dari Glassnode menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai fase transisi pemulihan yang belum berkembang menjadi ekspansi penuh.

Meskipun arus dana institusi membaik dan permintaan dari pembeli aktif meningkat, likuiditas pasar spot yang rendah serta aktivitas jaringan yang lemah menjadi penghambat utama. Volume perdagangan bulanan di Binance turun sekitar 45% secara tahunan pada Juli, sementara OKX anjlok sekitar 57%. Penurunan kedalaman pasar ini membuat harga Bitcoin (BTC) sangat rentan terhadap pergerakan dana dalam jumlah sedang.

Risiko Koreksi dan Sinyal Bearish: Ancaman di Tengah Optimisme

Di tengah akumulasi besar-besaran, beberapa analis justru memperingatkan adanya potensi pembentukan pola puncak bearish pada harga Bitcoin (BTC). Salah satu analis CryptoQuant menyoroti adanya target penurunan hingga ke level $51.336, atau sekitar 21% di bawah harga saat ini. Risiko koreksi ini semakin besar karena kekuatan tren naik dinilai masih lemah, sehingga kenaikan harga bisa sewaktu-waktu berbalik arah secara drastis.

Selain itu, indikator teknikal seperti MACD menunjukkan divergensi bearish, di mana harga yang lebih tinggi justru tidak diikuti oleh momentum yang kuat. Dengan data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat, volatilitas pasar Bitcoin (BTC) diperkirakan akan meningkat. Jika akumulasi dari whale dan institusi tidak mampu mendorong pemulihan yang lebih luas, pasar bisa saja kembali tertekan.

Para pelaku pasar kini menanti apakah dorongan akumulasi ini cukup kuat untuk mengubah pemulihan yang rapuh menjadi tren bullish yang lebih solid. Namun, jika likuiditas dan aktivitas jaringan tetap lemah, risiko koreksi tajam masih membayangi.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online